MITRA– Bukan kekurangan modal, tapi lemahnya literasi keuangan menjadi “pembunuh diam-diam” bagi banyak UMKM dan itu kini jadi perhatian serius di Minahasa Tenggara.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGoMalut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank SulutGo (BSG) menggelar edukasi keuangan bagi pelaku usaha di Plaza Ratahan, Rabu (15/04).
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Mitra, Fredy Tuda, yang hadir mewakili Bupati, didampingi Sekretaris Daerah David H. Lalandos.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, ditegaskan bahwa literasi keuangan kini menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan usaha. Banyak UMKM dengan produk unggulan justru gagal bertahan karena pengelolaan keuangan yang buruk.
“Banyak usaha dengan produk luar biasa harus gulung tikar karena manajemen keuangan rumah tangga dan usaha masih tercampur,” tegas Tuda.
Melalui program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) 2026, pemerintah mendorong pelaku usaha agar lebih profesional dalam mengelola keuangan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Kepala OJK SulutGoMalut, Robert H.P. Sianipar, menegaskan bahwa kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, dan perbankan menjadi kunci dalam memperkuat inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri Regional CEO BNI Wilayah 11 SulutTengGoMalut Didi Suprijanto, perwakilan BSG Esther Rampengan, serta jajaran BNI dan BSG Cabang Ratahan.(***)



