Si Jago Merah Lahap KM Maranatha 04 di Bitung, Kerugian Hingga Miliaran Rupiah

BITUNG — KM Maranatha 04 yang merupakan kapal penangkapan ikan mengalami kebakaran saat sandar di dermaga T Pelabuhan Perikanan Bitung. Rabu (15/4/2026)

KM Maranatha 04 dikabarkan saat di serang si jago merah, pada pukul 15:15 wita dan akibat musibah itu diperkirakan alami kerugian sekitar 1 miliaran Rupiah.

Diketahui KM Maranatha 04 milik dari warga Kelurahan Winenet, Kecamatan Aertembaga Kota Bitung, Hj Leman.

Berdasarkan keterangan saksi, Martin Salindeho (29), anak buah kapal (ABK) asal Tuminting, Kota Manado, kebakaran bermula saat dirinya terbangun dari tidur di dek kapal karena merasakan hawa panas.

“Saat bangun, saya melihat api sudah muncul dari kamar mesin, tepatnya dari generator lampu,” ujarnya.

Martin bersama rekannya, Marsil Kajual (29), ABK asal Bitung, sempat berupaya memadamkan api. Namun kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan. Marsil kemudian turun ke dermaga untuk meminta bantuan.

Dalam waktu bersamaan, personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara yang berada di bawah komando kapal patroli KP SBU XV-2003 mendeteksi kobaran api dari dermaga Polairud pada jarak kurang lebih 3 mil laut.

Sebagai bagian dari tugas pengawasan dan pengamanan wilayah perairan, personel Ditpolairud bergerak cepat menuju lokasi kejadian guna melakukan tindakan penyelamatan, pemadaman awal, serta pengamanan area sekitar.

Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menegaskan respons cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen Polairud dalam menjaga keselamatan aktivitas masyarakat di wilayah perairan.

“Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan personel untuk membantu proses pemadaman, mengevakuasi seluruh ABK, serta mengamankan lokasi guna mencegah dampak yang lebih luas, termasuk potensi merembet ke kapal lain,” ujarnya.

Ia memastikan seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.

“Tidak ada korban jiwa. Seluruh ABK berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat,” tambahnya.

Dalam penanganan kejadian ini, Ditpolairud Polda Sulut menjalankan sejumlah langkah, mulai dari mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan evakuasi, hingga pemeriksaan terhadap saksi-saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Hasil analisa awal menunjukkan kebakaran diduga disebabkan oleh arus pendek listrik pada generator lampu di kamar mesin kapal yang saat itu dalam kondisi menyala.

Meski demikian, pihak Ditpolairud masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kebakaran, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan keselamatan di wilayah perairan. (***)