MANADO — Di balik besarnya jumlah UMKM di Sulawesi Utara, tersimpan satu kenyataan keras: ratusan ribu pelaku usaha masih kesulitan mendapatkan modal dan kini OJK datang membawa “kunci pembuka” lewat POJK 19 Tahun 2025.
Langkah ini ditegaskan dalam sosialisasi OJK SulutGo, Kamis (16/4/2026), yang menyasar persoalan paling krusial UMKM: akses pembiayaan yang selama ini rumit, lambat, dan penuh syarat.
“Regulasi ini dirancang untuk memangkas hambatan administratif sekaligus mendorong inovasi pembiayaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan UMKM,” tegas Kepala OJK SulutGo.
Padahal, jumlah UMKM di Sulut telah menembus 408 ribu unit hingga 2025. Mayoritas adalah usaha mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Ironisnya, banyak di antaranya belum tersentuh layanan keuangan formal.
Asisten II Setdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, mengakui persoalan UMKM bukan hanya soal kekurangan modal, tetapi juga lemahnya pengelolaan usaha dan literasi keuangan.
“Banyak UMKM belum memenuhi standar perbankan. Ini yang membuat akses kredit menjadi sulit,” ungkapnya.
Pemerintah daerah sebenarnya telah bergerak: bantuan alat usaha, akses permodalan, pelatihan, hingga legalitas usaha melalui NIB terus didorong. Bahkan, ribuan UMKM telah difasilitasi mengakses KUR.
Namun fakta di lapangan menunjukkan distribusi kredit masih berat sebelah, menumpuk di sektor perdagangan, sementara sektor lain seperti industri pengolahan dan jasa belum tergarap maksimal.
Melalui POJK 19/2025, OJK mencoba mengubah permainan. Skema pembiayaan didorong menjadi lebih cepat, sederhana, dan berbasis teknologi membuka peluang bagi UMKM yang selama ini “terkunci” sistem.
Tapi satu hal yang tak bisa diabaikan: regulasi saja tidak cukup.
Perbankan dituntut lebih agresif menjangkau UMKM, sementara pelaku usaha harus berbenah mulai dari pencatatan keuangan hingga adaptasi digital.
Jika tidak, peluang emas ini bisa kembali terlewat.
Namun jika berhasil, Sulawesi Utara bukan hanya bangkit—melainkan berpotensi menjadi pusat kekuatan ekonomi kerakyatan baru di Indonesia timur.(***)



