Sulut Gaspol Hadapi Bonus Demografi! KB Tak Lagi Soal Anak, Kini Taruhan Masa Depan Generasi

oleh -397 Dilihat

MANADO– Ancaman stunting dan tingginya kelahiran remaja, Sulawesi Utara memilih tancap gas—mengubah total arah program kependudukan demi menyelamatkan masa depan generasi 2045.

Langkah berani diambil Pemprov Sulut. Program Bangga Kencana kini tidak lagi sekadar bicara soal membatasi kelahiran, tetapi diarahkan menjadi senjata utama membentuk generasi unggul.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus, fokus pembangunan digeser ke penguatan kualitas keluarga sebagai kunci menghadapi bonus demografi.
Wakil Gubernur Victor Mailangkay mengingatkan bahwa keluarga adalah titik awal penentu masa depan daerah.

“Kalau keluarga kuat, kita punya generasi yang siap bersaing. Kalau tidak, kita hanya akan jadi penonton di era bonus demografi,” tegasnya.
Namun tantangan nyata masih membayangi. Data menunjukkan prevalensi stunting masih 20,8 persen angka yang bisa menghambat kecerdasan generasi. Belum lagi angka kelahiran remaja yang mencapai 33,2 per 1.000 perempuan.

Meski demikian, tingkat fertilitas total berada di angka 2,04, yang dinilai sudah ideal.
Tak ingin kehilangan momentum, Pemprov Sulut langsung mengintegrasikan 30 indikator pembangunan kependudukan ke dalam perencanaan daerah sejak 2025 .

Langkah ini diperkuat dengan pemerataan layanan kesehatan reproduksi hingga wilayah terpencil, serta penguatan Tim Pendamping Keluarga.
Program GenRe dan PIK-R juga digencarkan sebagai “tameng” bagi remaja dari berbagai risiko sosial.

“Kita tidak boleh lengah,” kata Mailangkay. “Apa yang kita hadapi hari ini akan menentukan masa depan Sulut.”

Rakorda Bangga Kencana 2026 pun menjadi sinyal kuat: Sulut tidak mau sekadar ikut arus, tetapi ingin menjadi pemain utama dalam memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.