Manado, Rapat Internal Panitia Khusus (Pansus) yang membahas Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (16/4/2025) diruang paripurna kantor DPRD Sulut, yang menghadirkan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah).
TAPD adalah tim yang bertanggung jawab untuk menyusun dan mengawasi anggaran daerah, yang berperan penting dalam perencanaan keuangan daerah.
Rapat TAPD seringkali membahas optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), diversifikasi sumber pendapatan, dan memastikan perencanaan anggaran yang efisien, efektif, dan transparan.
Rapat ini di buka langsung oleh Ketua Pansus DPRD Sulut Hi
Amir Liputo. Usai pemaparan TAPD Provinsi Sulut yang hadir saat Pansus berlangsung, Anggota DPRD Sulut Dapil BMR Langsung membidik pertanyaan kepada Dinas Pertanian.
Feramitha Mokodompit mengatakan, yang pertama dari mitra II dinas pertanian provinsi sulawesi Utara (sulut) saya menyentil ketersediaan pupuk untuk dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR) tolong di perhatikan.
“BMR merupakan Daerah Pemilihan (Dapil) dengan 80% sumber penghasilannya dari sektor pertanian. Sehingga itu mayoritas masyarakat yang berada di BMR profesinya adalah sebagai petani, sehingga itu tolong diperhatikan untuk pemberian bantuan bibit, pupuk, alat-alat pertanian yang dapat menunjang pengelolaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan untuk pembagian pupuk,bibit, alat-alat pertanian ada pemerataan. Supaya kedepannya tidak akan menjadi masalah, apalagi setiap kami Anggota DPRD Sulut turun lapangan atau melakukan reses sering disuarakan oleh masyarakat.
“Hampir setiap tahun yang di keluhkan masyarakat adalah soal pertanian. Sehingga ini bisa di seriusi oleh Dinas Pertanian Provinsi Sulut,” bebernya.
“Saya juga mendorong TAPD kedepan lebih fokus menganggarkan dan menambahkan alokasi dana untuk pemberian bantuan-bantuan pertanian serta pengadaan alat-alat pertanian yang bisa di sumbangkan ke kelompok tani yang ada di BMR,”, tegasnya.





