SANGIHE– Guncangan gempa yang mengguncang Kepulauan Sangihe memaksa puluhan pasien dievakuasi dari ruang perawatan RSUD Liun Kendage Tahuna, sementara Bupati Michael Thungari bersama jajaran Forkopimda turun langsung memastikan tak ada nyawa terabaikan di tengah situasi darurat.
Situasi darurat sempat terjadi di RSUD Liun Kendage Tahuna setelah gempa bumi mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Senin (8/6/2026).
Sebanyak 19 pasien terpaksa dievakuasi keluar dari gedung rumah sakit sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi gempa susulan.
Evakuasi dilakukan menuju area aman di sisi jalan samping rumah sakit. Petugas medis bersama aparat gabungan bergerak cepat memastikan seluruh pasien tetap mendapatkan penanganan selama proses pemindahan berlangsung.
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi pasien pascagempa.
Di area evakuasi, Michael dan Tendris terlihat menyapa pasien serta keluarga mereka sambil memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah kondisi darurat.
“Kami turun langsung untuk memastikan seluruh pasien dalam kondisi aman dan mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Michael Thungari.
Selain memantau kondisi pasien, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, TNI, Polri, BPBD, serta instansi terkait guna menjamin pelayanan medis tidak terhenti.
Meski berada di area evakuasi, tenaga kesehatan tetap siaga mendampingi pasien. Sejumlah petugas medis terlihat terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien sembari mengawasi perkembangan situasi pascagempa.(***)
