Kementerian Haji dan Umrah Rilis Kuota Haji 2026, Terbanyak Jawa Timur 42.409 Jemaah dan Tersedikit Sulawesi Utara 402 Jemaah

oleh -1765 Dilihat

SUARASULUT.COM– Kementerian Haji dan Umrah, akhirnya merilis kouta Haji 2026. Disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.
Dahnil menjelaskan pembagian kuota haji tahun 2026 mengalami sejumlah penyesuaian.

Perubahan dilakukan seiring penetapan masa tunggu jemaah haji yang kini dipukul rata menjadi 26 tahun.

β€œSecara prinsip terdapat perbedaan signifikan dibandingkan dengan pembagian kuota tahun 2025. Pada tahun sebelumnya, pembagian dan perhitungan kuota di setiap provinsi belum memiliki dasar hukum yang kuat,” ujar Dahnil.

Menurut Dahnil, beberapa daerah mendapat tambahan kuota karena masa tunggu jemaahnya dikurangi, sementara daerah lain justru mengalami penyesuaian ke bawah.

Danhil juga menegaskan bahwa skema baru ini akan diberlakukan dengan sistem tetap selama tiga tahun agar memberi kepastian bagi daerah dalam perencanaan dan penganggaran.

Untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 2026, Indonesia memperoleh total kuota sebanyak 221.000 jemaah. Dari jumlah itu, 203.320 dialokasikan untuk haji reguler, sedangkan 17.680 diperuntukkan bagi haji khusus. Adapun Provinsi dengan Kuota Haji Terbanyak 2026:

Jawa Timur (42.409 Jemaah)
Provinsi Jawa Timur menempati posisi pertama sebagai daerah dengan kuota haji reguler terbanyak tahun 2026. Wilayah yang dipimpin oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini mendapat alokasi 42.409 jemaah, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat Jatim untuk menunaikan ibadah haji.

Jawa Tengah (34.122 Jemaah)
Jawa Tengah menempati peringkat kedua dengan 34.122 jemaah. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring pemerataan masa tunggu nasional yang diterapkan pemerintah.

Jawa Barat (29.643 Jemaah)
Jawa Barat berada di posisi ketiga dengan total 29.643 kuota haji reguler. Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jabar secara konsisten menempati daftar atas dalam distribusi kuota.

Di luar Pulau Jawa, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan kuota haji terbanyak, yakni 9.670 jemaah. Angka ini menandai tingginya animo masyarakat Bugis dan Makassar dalam menunaikan rukun Islam kelima.

Sementara Banten (9.124 Jemaah) Provinsi Banten melengkapi lima besar dengan 9.124 jemaah. Letaknya yang dekat dengan Jakarta serta besarnya jumlah calon jemaah turut berpengaruh pada besaran kuota tersebut.

Provinsi dengan Kuota Haji Tersedikit 2026
Selain provinsi dengan kuota terbanyak, terdapat lima daerah yang menerima jatah paling kecil dalam kuota haji reguler 2026. Sebagian besar berasal dari kawasan Indonesia Timur yang jumlah penduduknya relatif kecil.

Sulawesi Utara (402 Jemaah)
Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan kuota haji paling sedikit di Indonesia, hanya 402 jemaah. Meski kecil, angka ini tetap menunjukkan konsistensi minat umat Muslim di wilayah tersebut.

Papua Barat (447 Jemaah)
Di posisi kedua terbawah ada Papua Barat dengan 447 jemaah. Sebaran umat Muslim yang tidak terlalu besar membuat kuota di provinsi ini tergolong minimal.

Kalimantan Utara (489 Jemaah)
Kalimantan Utara mendapat 489 kuota haji reguler, menempatkannya di urutan ketiga dari bawah. Sebagai provinsi termuda di Indonesia, Kaltara masih dalam tahap penyesuaian administrasi haji.

Nusa Tenggara Timur (516 Jemaah) NTT memperoleh 516 jemaah, menjadikannya provinsi dengan kuota haji rendah di kawasan timur Indonesia. Faktor demografi dan jumlah pendaftar yang relatif sedikit menjadi penyebab utama.

Maluku (587 Jemaah)
Provinsi Maluku melengkapi daftar lima provinsi dengan kuota tersedikit, yaitu 587 jemaah. Meski demikian, semangat masyarakat setempat untuk berhaji tetap tinggi setiap tahunnya.

Dengan pembagian kuota haji 2026 yang lebih proporsional dan berbasis masa tunggu nasional, pemerintah berharap distribusi jemaah menjadi lebih adil di seluruh provinsi. Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kuota haji di daerah masing-masing agar dapat merencanakan keberangkatan lebih matang.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.