SANGIHE SIAGA! Berbatasan Langsung dengan Filipina, Bupati Thungari Pimpin Rapat TIMPORA dan OPSGAB, Warga Asing Diawasi Ketat

oleh -733 Dilihat
Bupati Michael Thungari menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Imigrasi, dan masyarakat dalam menjaga Sangihe sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sangihe, SuaraSulut.com Kabupaten Kepulauan Sangihe, beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), meningkatkan kewaspadaan. Di bawah komando Bupati Michael Thungari, S.E., M.M., seluruh aparat keamanan dan pemerintah daerah merapatkan barisan dalam sebuah Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) dan Operasi Gabungan (OPSGAB) yang digelar secara strategis di Tahuna Beach Hotel and Resort, Rabu (27/8/2025).

Langkah ini diambil menyusul kesadaran akan posisi Sangihe yang sangat strategis sekaligus rawan karena berbatasan langsung dengan Republik Filipina.

Rapat penting ini dihadiri oleh jajaran lengkap Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mulai dari Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna, perwakilan TNI, Polri, hingga para camat, lurah, dan kepala kampung yang menjadi ujung tombak pengawasan di wilayah masing-masing.

Dalam arahannya yang tegas, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa status Sangihe sebagai gerbang negara bukanlah main-main. “Posisi kita sangat strategis, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun keamanan. Oleh karena itu, pengawasan lintas batas, terutama terkait keberadaan dan seluruh aktivitas orang asing, harus menjadi perhatian kita bersama sesuai hukum yang berlaku,” ujar Bupati.

Thungari menekankan bahwa pengawasan ini bukan hanya tugas Imigrasi atau aparat keamanan semata, melainkan tanggung jawab kolektif. “Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Imigrasi, dan yang terpenting, masyarakat, adalah kunci untuk menjaga kedaulatan Sangihe sebagai beranda terdepan NKRI,” tambahnya.

Lebih dari sekadar isu keamanan, Bupati Thungari juga melihat peluang besar di balik pengawasan yang ketat. Menurutnya, kerja sama lintas sektor yang solid tidak hanya akan membentengi negara, tetapi juga membuka keran pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan, pariwisata, dan potensi kelautan yang melimpah.

“Kita jaga kedaulatan, tapi kita juga dorong ekonomi. Kita perkuat identitas budaya dan hubungan kultural dengan masyarakat di perbatasan sebagai modal sosial kita,” jelasnya.

Pertemuan TIMPORA dan OPSGAB ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi mampu melahirkan langkah-langkah konkret dan strategis. Seluruh peserta didorong untuk aktif memberikan masukan demi merumuskan sebuah sistem pengawasan orang asing yang efektif, demi menjaga keutuhan NKRI dan memberikan rasa aman serta manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kepulauan Sangihe.

(Erick Sahabat)