Penjaga Garis Terdepan: Ini Pesan Bupati Sangihe untuk Satgas Pamputer di Pulau Perbatasan

oleh -1211 Dilihat
Bupati Thungari juga menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas yang harus senantiasa dijunjung tinggi

SANGIHE, SuaraSulut.com Di ujung utara Indonesia, tempat laut biru berpadu langsung dengan batas kedaulatan, para prajurit Satuan Tugas Pengamanan Pulau-Pulau Kecil Terluar (Pamputer) bersiap mengemban tugas mulia. Pada Sabtu, 14 Juni 2025, di Aula Makodim 1301/Sangihe, wajah-wajah tangguh ini menerima pembekalan langsung dari Bupati Kepulauan Sangihe, Bapak Michael Thungari, S.E., M.M., sebelum bertolak ke pos-pos strategis di perbatasan.

Pulau Miangas, Marore, Marampit, Kawaluso, dan Kabaruan – nama-nama ini bukan sekadar titik di peta, melainkan benteng terdepan NKRI, tempat para prajurit ini akan menjadi mata dan telinga negara. Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari menyampaikan apresiasi tertinggi. “Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kepulauan Sangihe, saya menyampaikan rasa hormat dan bangga kepada para prajurit,” ujarnya, suaranya dipenuhi ketulusan. Pesannya jelas: jadikan setiap langkah pengabdian sebagai wujud cinta tak berhingga kepada tanah air dan bangsa.

Bupati Thungari juga menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas yang harus senantiasa dijunjung tinggi. Lebih dari itu, ia mengingatkan para penjaga perbatasan ini untuk tak sekadar menjaga batas wilayah, tetapi juga menjalin ikatan erat dengan masyarakat lokal. Sinergi antara prajurit dan warga adalah kunci untuk menciptakan stabilitas keamanan dan memperkuat kehadiran negara di pulau-pulau terluar. Mereka adalah jembatan, penghubung antara negara dan rakyat di garis depan.

Kegiatan pembekalan ini adalah manifestasi nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam mendukung penuh peran TNI. Ini adalah bentuk gotong royong antara pemerintah daerah dan TNI, memastikan bahwa kedaulatan wilayah, terutama di kawasan terluar yang strategis, selalu terjaga.

Dengan bekal mental, fisik, dan moral yang telah diasah, para personel Satgas Pamputer kini siap untuk menjalankan misi negara. Mereka adalah putra-putri terbaik bangsa, yang dengan gagah berani akan berdiri tegak di pulau-pulau terluar, menjaga setiap jengkal tanah air, menjadi simbol kehadiran negara yang tak pernah lengah di perbatasan. Masyarakat Sangihe pun menatap mereka dengan penuh doa dan harapan, agar tugas mulia ini dapat diemban dengan sukses dan selamat.

(Erick Sahabat)