Bitung–SMK Negeri 2 Bitung lagi, menjadi sorotan di Kota Bitung dengan adanya Kepala Sekolah Meryati Taengetan SPd Perubahan di sekolah sudah menjadi lebih baik dan tegas . Terlihat dalam lingkungan sekolah, bahwa pekan lalu ada beberapa siswa melakukan aksi kumpul dan melakukan minum, minuman keras (miras) dalam lingkungan sekolah. Sekolompak siswa ini ditemui oleh guru di salah satu ruangan yang sudah tidak digunakan di lingkungan sekolah. Dengan aksi mereka tersebut pihak sekolah melakukan pemangilan orang tua untuk berhadapan langsung dengan Guru Binaan Khusus (BK).
Dalam pembinaan ternyata siswa yang melakukan miras tersebut adalah siswa kelas X (Sepulu). Pada saat pembinaan langsung oleh guru BK dan di dampingi oleh Kepala Sekolah, ada siswa mengaku bahwa meraka masih sadar pada saat saling untuk gabung dalam aksi miras di ruangan kelas. ” Dorang masih sadar Kong baku pangge ba minum sama-sama” ucap Kepsek.
Lanjut itu dengan sesuai pertimbangan bahwa 9 siswa yang sudah masuk dalam kategori yang berat atau harus di keluarkan dari sekolah dan 2 siswa yang mengikuti Skorsing. ” Mereka masih kelas X jadi masih panjang untuk belajar disekolah lain, karena kalau tidak mengambil tindakan tegas bahwa bisa menjadi virus di sekolah” ungkap Taengetan pada saat di konfirmasi di sekolah.
Ditambahkan sesuai aturan untuk siswa baru pada nomor 8 bagian H siswa siapkan di keluarkan dari sekolah jika melakukan pelanggaran di lingkungan sekolah, ” pernyataan tersebut mereka yang membaca dan bertanda tangan dengan materai selain siswa juga ada orang tua yang menyetujuinya. Pentingnya siswa juga bukan hanya di lihat dari Akademik bahwa harus di nilai dari sikap dan perilaku.” Ditambahkan Kepsek SMK Pusat Keunggulan.
Sejak tahun 2019 SMK Negeri 2 Bitung sudah menjadi perubahan yang sangat lebih baik, mulai dari mencetak Prestasi dalam Tingkat daerah sampai dengan tingkat Nasional. Salah satu prestasi yaitu bisa merai SMK Pusat Keunggulan gelombang I (Pertama).
Bukan hanya itu saja, perkembangan SMK Negeri 2 Bitung yang satu-satunya sekolah yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bitung mengenai Keamanan lingkungan sekolah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kota Bitung, terlihat dalam pintu masuk gerbang sekolah sudah ada pengawasan. Kunci dari Taengetan nanti masyarakat Kota Bitung dan orang tua siswa yang menilai sendiri perkembangan sekolah, ” kami mempunyai ribuan siswa berarti ada ribuan orang tua siswa yang memberikan kepercayaan anak mereka untuk kami bisa, tetapi kalau di luar sekolah orang tua juga harus peduli dan selalu mengingatkan anaknya dalam aksi yang baik, agar ke sekolah hanya melakukan belajar bukan mengikuti pergaulan, dan sekarang terjadi maka pihak sekolah mengambil keputusan yang tegas untuk mengeluarkan siswa yang tidak taat aturan” kunci Kepsek saat berada di ruangan kerja.(AgungSugi)




