SUARASULUT.COM, MANADO- Richard Mainaky merupakan pelatih bulutangkis spesialis ganda campuran yang telah mengabdi selama 26 tahun di Timnas Indonesia. Baru-baru ini, Mainaky memutuskan untuk pensiun dari pelatih PBSI, dan kembali ke Renegetan, Tondano-Minahasa, Sulawesi Utara sebagai kampung halaman dari istrinya.
Sabtu, (13/11/21), Coach Richard Mainaky yang sukses membawa Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir meraih medali emas di Olimpiade Rio 2016, bersua dengan wartawan suarasulut.com dilapangan badminton kelurahan Wawalintowan Tondano.
“Balik ke Manado dan ingin mengembangkan bulutangkis yang ada di Sulut.” Kata Mainaky.
Menurut Coach Icad, di Sulut sangat banyak anak-anak yang ingin menjadi allit bulutangkis, tapi bulutangkis termasuk olah raga yang perlu dana cukup besar, makanya dirinya yang datang menjemput dan melatih langsung di Manado. “jika ingin maju, anak-anak dari Manado harus ke Jawa untuk mendapatkan tempat latihan dan pelatih-pelatih yang bagus, dan itu perlu biaya yang cukup besar.” katanya.

“Saat ini saya memilih untuk datang ke Manado dan melatih langsung disini. Supaya anak-anak yang ada disini tidak perlu ke Jawa dengan biaya yang cukup besar.” Jelas Mainaky.
Selain kampung istri tercinta, Mainaky mengatakan bahwa Sulawesi Utara banyak Atlit-Atlit bertalenta, iya mencontohkan dari Deyana Lomban, Lilyana Natsir hingga Greysia Polii yang baru merebut medali emas di Olimpiade.
“Di Sulut banyak Atlit-Atlit bertalenta dan punya karakter sebagai petarung.” Ujarnya.
Mainaky mengatakan, jika ingin menjadi Atlit yang berhasil, harus dilatih karakter dan mentalnya sejak kecil. Karena itu sangat-sangat berpengaruh ketika sudah di lapangan.
“Banyak pemain yang sangat bagus, tapi pas dilapangan tidak berkembang permainannya. Karena tidak memiliki karakter dan mental yang baik.” Tambahnya.
Dibalik pengunduran diri dari pelatih PBSI, yang bisa dikatakan mempunyai penghasilan yang sangat wahh, Mainaky bercita-cita ingin membangun lapangan badminton di Tondano.
“Rencananya tahun depan akan membangun, mungkin empat atau lima lapangan. Mohon Doa.” Katanya
Lanjutnya, selain karakter dan mental, fasilitas juga sangat berpengaruh. “dengan fasilitas yang baik, itu bisa menjaga kebugaran dari anak-anak, contohnya dengn menggunakan karpet, persendian kaki dan lutut dari anak-anak bisa terjaga.”ungkapnya.
Richard Mainaky saat ini masih bekerja sama dengan PB Djarum Kudus dalam mencari bibit-bibit muda dari Sulawesi Utara. Termasuk melatih PB Talenta yang ada di kawasan Megamas. (Frankypungus)




