100 Hari

oleh -83 views
Oleh: Joune J.E. Ganda, SE Bupati Minahasa Utara
Oleh: Joune J.E. Ganda, SE
Bupati Minahasa Utara

ADA beberapa hal yang membuat saya terkejut saat memulai memimpin Minahasa Utara dalam kurun 100 hari terakhir ini.

Saya terkejut dengan hutang, saya terkejut dengan kondisi keuangan daerah, saya terkejut dengan aset, saya terkejut dengan kondisi kantor bupati yang (maaf) kotor dan jorok.

Saya juga terkejut karena Wakil Bupati tidak punya ruangan kerja.

Tetapi saya tidak ingin berlama-lama terkejut, saya dan pak wakil bertekad untuk menyelesaikan sederat masalah yang ada di depan mata. Kami tidak ingin berlama-lama menatap masalah. Kami harus tancap gas.

Namun, dibalik semua kejutan masalah di atas, saya justru menyaksikan dan mengalami anugerah keindahan daerah yang saya pimpin.

Sungguh indah dan mengagumkan negeri yang saya pimpin. Lautnya, bawah lautnya, pantainya, pulaunya, gunungnya, hutannya, sungainya, dan ragam budayanya, sangat indah dan menyejukan hidup.

Tuhan maha adil, ketika kita diperhadapkan dengan beban masalah, saat bersamaan Tuhan membawa kita menyaksikan anugerah keindahan alam ciptaanNya.

Jadi selama 100 hari memimpin Minahasa Utara, kami berdua terkejut dengan masalah, tetapi juga terkagum-kagum oleh ragam kekayaan, potensi, dan keindahan  Minahasa Utara.

100 Hari memimpin Minahasa Utara tentu bukanlah waktu yang cukup untuk menilai sukses kepemimpinan.

Tetapi mengevaluasi kehadiran kami berdua dalam kepemimpinan publik, adalah sebuah hal yang patut karena diperlukan.

Hal yang penting dan sangat kami yakini, Minahasa Utara dapat menjadi kabupaten yang unggul dan tangguh karena potensi dan kekayaan yang dimiliki.

Kekayaan dan keindahan alam yang beragam, potensi strategisnya dalam dinamika ekonomi regional, dinamika kebudayaan masyarakatnya yang sehat; semua itu jika dieksplor maka kabupaten ini dapat melakukan lompatan-lompatan kesejahteraan.

Saya sangat meyakini itu, sekaligus memotivasi untuk makin giat bekerja.

Setelah melawati 100 hari kepemimpinan, saya lebih ingin melakukan konsolidasi dengan semua elemen potensi politik, pemerintahan, ekonomi, dan kemasyarakatan.

Mari kita membentuk sebuah arak-arakan kebersamaan bermapalus menuju Minahasa Utara makin maju dan sejahtera.

Bekerja bersama dengan ethos kerja keras membangun daerah yang fasung (cantik) dan dianugerahi beragam kekayaan ini.

Mari kita semua satukan tekad untuk lebih bekerja keras, kita harus bisa melakukan lompatan-lompatan kerja kreatif dan inovatif.

Jangan kerja standart, kita harus bekerja lebih, kita barus memberi hasil lebih.

Kita tidak akan maju, jika kita “sekedar bekerja dan bekerja sekedar”.

Paling tidak ada tiga pekerjaan besar yang sedang dan akan dihadapi bersama pemerintah dan masayarakat di Minahasa Utara ketiganya adalah:

  1. Minut Bangkit Ditengah Pandemi:

Harus diakui selama setahun lebih terjadi stagnasi ekonomi akibat Pandemi Covid-19. Ekonomi Dunia, seperti tertetegun oleh serangan Covid-19, akibatnya juga sangat terasa hingga di Minahasa Utara yang beberapa kali terpapar dengan zona merah.

Tanpa meremehkan sebaran dan akibat Covid-19, roda kehidupan harus tetap berputar.

Kita tidak bisa berdiam dan pasrah dalam tantangan zaman ini, kita tidak sekedar perlu makan tetapi kita tetap ingin hidup lebih baik walau di tengah tantangan pandemic Covid-19.

Tentu saja kita tetap taat pada kehidupan normal baru dengan protokol kesehatan Covid-19.

Saya bersyukur karena zonasi Covid-19 di Minahasa Utara kini sudah masuk zona hijau dari sebelumnya zona orange, bahkan pernah zona merah.

Data update akhir bulan Mei 2021, semua 10 kecamatan di Minahasa Utara zero penularan Covid-19 selama beberapa hari.

Saya bertekad kondisi ini akan kita pertahankan terus tentu dengan ketaatan masyarakat pada Prokes Covid-19.

Diharapkan dengan trend zona hijau ini, roda perekonomian dan giat pembangunan di Minahasa Utara akan bergerak makin dinamis.

Saya bangga pada masyarakat Minahasa Utara yang memiliki disiplin dan ketaatan melaksanakan Prokes terkait Covid-19.

  1. Optimalisasi KEK Likupang/DSP Likupang:

Kawasan Ekonomi Khusus – KEK Likupang yang digagas Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE sungguh telah berbuah manis karena langsung direspon oleh Presiden Joko Widodo dengan penetapan Likupang sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP).

Saya sungguh memandang DSP Likupang adalah berkah tetapi juga momentum penting untuk Sulawesi Utara lebih khusus Minahasa Utara.

Optimalisasi DSP Likupang saya yakin akan membentuk sebuah lokomotif ekonomi baru Sulawesi Utara, saya ingin Likupang menjadi icon kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu, dengan berbagai fasilitas investasi yang disiapkan pemerintah pusat melalui lobby-lobby Bapak Gubernur Olly Dondokambey, kini Pemkab Minahasa Utara bersama berbagai potensi kemasayarakatan giat melakukan Eksplorasi Likupang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sendiri sudah memberi arahan langsung, Likupang harus dieksplorasi.

Kini kita giat mengeksplor beragam potensi pariwisata di Likupang. Spot-spot pariwisata di darat, di laut, di bawah laut, dan di udara terus kita eksplor secara simultan.

Sarana dan prasarana di kawasan DSP Likupang kita pacu bersama, spot-spot wisata kita benahi, infrastruktur jalan, listrik, dan komunikasi kita perlengkapi.

Untuk memotivasi para pekerja dan pelaku wisata, saya turun menyelam di Likupang menyaksikan keindahan alam bawah laut. Beberapa olahraga ekstrim yang berpotensi wisata sudah kita hadirkan di area DSP Likupang.

Melobby pemimpin di Jakarta telah menjadi proritas kami berdua, menemui sejumlah Menteri dan Dirjen serta Direksi BUMN sudah kami lakukan dan akan terus kami lakukan untuk makin memperlengkapi infrastruktur DSP Likupang.

  1. Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Sehat:

Semua potensi ekonomi serta momentum yang ada di Minahasa Utara yang telah saya tekuni selang 100 hari kepemimpinan tentu saja memerlukan dukungan pemerintahan yang kuat, dinamis, bersih, sehat, pro rakyat, dan pro masa depan.

Saya dan Wakil Bupati sudah bertekad menjalankan pemerintahan yang bersih dan sehat untuk didedikasikan pada rakyat dan masa depan.

Tata kelola pemerintahan berkelanjutan harus didasari dengan tekad bersih dan sehat. Bersih juga berarti taat aturan dan tidak ada korupsi, sehat juga berarti pro rakyat dan masa depan.

Kami berdua kini sudah merasa lebih betah berada di kantor bupati, karena lingkungan kantor yang sudah makin tertata bersih.

Selain itu tatakelola pemerintahan juga sudah berjalan relative makin baik dengan menerapkan prinsip reward and punishment secara dinamis.

Ketiga momentum tugas di atas menjadi sesuatu yang aktual di Minahasa Utara dan harus diisi dengan kerja-kerja kreatif inovatif, dan sekali lagi pro rakyat dan masa depan.

Kita ingin Minahasa Utara akan menjadi bahan perbincangan di berbagai lini massa karena lompatan-lompatanya perekonomiannya, karena potensi dan prestasinya.

Dengan itu, saya berkeyakinan Minahasa Utara tiga hingga lima tahun ke depan akan jauh lebih maju dan menjadi salah satu titik penting dan menarik dalam peta perekonomian di Sulawesi Utara, dan di Kawasan Timur Indonesia. Semoga.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *