SUARASULUT.COM, MINAHASA — Kampanye merupakan panggung pendidikan politik kepada masyarakat, agar seorang politisi dapat menjual dan meyakinkan masyarakat lewat Visi-Misi, program, serta konsep kerja yang dilakukan ketika terpilih nantinya. Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar sering melakukan hal tersebut ketika keduanya berada di atas panggung.
Dalam orasi politik, CEP-SEHAN terus memberikan edukasi agar masyarakat memilih pemimpin yang benar-benar mengutamakan kepentingan kesejahteraan masyarakat “Saya dan Cep maju bukan tuk gagah-gagahan. Tapi kami berdua dari sejak 2017, sudah mempunyai niat bersama untuk membuat Sulut lebih bangkit lagi,” ucap Sehan, ketika orasi politik di Desa Tambala Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, Sabtu 24 Oktober 2020.
Mulai dari program UMKM Rp 3 Juta per masing-masing pelaku usaha yang akan di topang oleh pemerintah provinsi, program kesehatan BPJS dan Kiss juga akan mendapat topangan, keluarga dari pasien jaga mendapatkan Rp 100 ribu perhari selama 15 hari, program pendidikan untuk 10 ribu mahasiswa yang kurang mampu lanjut studi mendapatkan Rp 5 juta selama delapan semester, serta topangan BUMD yang dibentuk pemerintah bagi para petani Cengkeh, Kopra dan lainnya. “Pemerintah provinsi akan memberikan stimulan bagi setiap pemerintah daerah, agar masyarakat kuat dan ekonomi tidak menjadi lemah. Dan itu yang CEP-SEHAN akan lakukan ketika terpilih,” tutur Sehan.
Selain itu, dari total jumlah APBD provinsi kami akan mengambil sebanyak 5 % untuk menopang sektor Agama yang diperuntukkan membangun tempat-tempat ibadah, kesejahteraan para imam dan pendeta, serta kegiatan keagamaan tentunya mendapat topangan dari pemerintah provinsi. “Program CEP-SEHAN akan tertuang dalam RPJMD ketika kami terpilih. Dan hal ini akan kami lakukan, karena ini adalah konsep kerja dari CEP-SEHAN untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Eyang, begitu kerap Bupati Fokal itu disapa.
Tak sampai disitu, CEP-SEHAN juga akan memperhatikan kesejahteraan dari para penambang serta nelayan. “Saya tau di tambela sini notabenenya sebagai nelayan. Saya dan Cep akan topang aktivitas para penjual atau tibo-tibo dengan kendaraan dinas berupa sepeda motor sebanyak 200 unit lengkap dengan cool box, untuk semua nelayan di daerah. Namun kenapa akan dipakai kan pelat merah? Ini menghindari agar tidak dijual oleh yang menerim, karena itu milik pemerintah untuk meringankan jualan hasil ikan oleh para tibo-tibo. Terakhir, bagi petani dan nelayan juga mendapatkan asuransi dari pemerintah. Begitu juga dengan orang tua yang lanjut usia semua akan dikami topang dari provinsi ke seluruh daerah se Sulawesi Utara,” pungkas Sehan.
Diketahui, kegiatan kampanye dialogis oleh CEP-SEHAN di desa Tambala dihadiri Cawagub SSL, Ketua Tim Pemenangan Jantje Wowiling Sajow (JWS), Angelia Runtu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh ratusna penduduk dengan mematuhi protokol kesehatan. (Sandy)







