Soal Penetapan KUA PPAS, Fraksi Golkar Pertanyakan Rp 78 Miliar Dana Penanganan Covid-19 di Minut

oleh -1.254 views

SUARASULUT.COM, MINUT- Ketua fraksi Partai Golkar dan juga anggota Banggar DPRD Minahasa Utara Edwin Nelwan membantah dengan tegas soal isu tim Banggar menghambat rapat paripurna penetapan Kebijakan Umum Anggaran dan Platfon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) dan perubahan anggaran tahun 2020 yang telah dijadwal Jumat (25/09/20).

Ketua Partai Golkar Kecamatan Dimembe kepada media ini Sabtu (26/09/20)mengatakan, bahwa DPRD tidak akan menghambat karena dokumen KUA PPAS yang dimasukkan berhubungan dengan penetapan APBD perubahan dan menyangkut dengan masyarakat banyak serta mengenai roda pemerintahan.

“Khusus anggaran tahun 2020 ini, sangat berorentasi kepada penanganan covid-19 dan terjadi keterlambatan pemasukan dokumen, dalam dokumen-dokumen yang dimasukkan ada angka-angka yang harus dibahas. Saat di sodor ke KUA PPAS, angka-angka yang ada tidak singkron. Soal pembahasan angka-angka tersebut, kami sebagai Banggar tidak dilibatkan , makanya saat disodorkan ke KUA PPAS harus ada dinamika, baru dilanjutkan dengan penetapan.” Kata ketua Komisi satu DPRD Minut ini.

Lanjut Nelwan, saat ini telah terjadi lima kali pergeseran anggaran untuk penanganan covid-19, tapi yang dilaporkan baru dua kali, dan itu harus diklarifikasi. “Sampai saat baru dua kali dilaporkan tentang penggeseran, tapi saat ini sudah terjadi lima kali penggeseran, salah satu contoh jumlah refocusing dari Rp.66 miliar menjadi Rp.73 miliar tiba-tiba menjadi Rp 78 miliar, dan ini harus diklarifikasi, karena jika sudah dilegalkan lewat KUA PPAS, berarti DPRD telah menyetujui semua kegiatan yang telah dilakukan eksekutif.” Jelasnya.

Nelwan juga mempertanyakan rincian penggeseran anggaran berjumlah Rp 78 miliar untuk penanganan covid. Hingga saat ini DPRD belum mendapatkan laporan rincian dari Rp 78 miliar tersebut. “sampai saat ini kami tidak tau kemana uang 78 miliar tersebut, masyarakat juga bisa menilai kegiatan-kegiatan penanganan covid-19 yang ada di Minahasa Utara sampai mengeluarkan hingga 78 miliar.” Pungkas Nelwan.(angky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *