Ayo Masyarakat Sukseskan Program P2L

oleh -44 views

SUARASULUT.COM,MITRA – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terus berupaya mempertahankan tingkat kestabilan pangan selama masa Pandemi Covid-19.

Seperti yang dikatakan Kepala Dina (Kadis) Made Alit saat dikonfirmasi dirungan kantornya hari Rabu, 16 September 2020.

“Dalam rangka menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan kebutuhan keluarga khususnya dalam situasi pandemi covid-19 saat ini, pihaknya tengah giat melakukan sosialisasi dan penyuluhan di setiap kelompok-kelompok wanita tani di mitra untuk disertifikasi bahan pangan, Kata Alit.

Lanjut dikatakannya, seperti yang baru saja dilakukan saat ini, pihaknya baru saja melaksanakan pertemuan dengan kelompok wanita tani (KWT) anggrek dalam kegiatan pekarangan pangan lestari atau biasa disebut P2L, yang dilaksanakan di Desa Esandom, Kecamatan Tombatu Timur, Rabu, (16/09/2020).

“Kegiatan P2L dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting dan atau penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan. Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar
untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga,” Jelas Alit.

Di kabupaten Mitra saat ini, selain bahan pokok beras, untuk pemanfaatan lahan masih difokuskan pada penanaman umbi-umbian diantaranya, ubi kayu, ubi talas, abi jalar, juga berbagai macam rempah-rempah, ungkapnya.

“Untuk penggunaan pupuk sendiri, kami haruskan setiap kelompok wanita tani untuk lebih menggunakan pupuk non organik, intinya penggunaan pestisida harus dikendalikan, sehingga tanaman pangan yang dihasilkan dari pemanfaatan lahan, aman untuk dikonsumsi,” ujar Alit.

Ditambahkannya, untuk masyarakat Mitra yang memiliki lahan pekarangan rumah yang kosong, marilah bersama-sama mensukseskan program pemerintah, demi menjaga stabilitas pangan khususnya ketahanan pangan dalam keluarga.

“Intinya optimalisasi atau pemanfaatan lahan pekarangan, yang bertujuan bagaimana pemenuhan pangan lokal di tingkat keluarga, yang selanjutnya jika sudah terpenuhi, bisa juga untuk disuplay untuk keluarga lain yang membutuhkan,” pungkasnya, sembari berharap ada kelompok-kelompok lain juga yang mau bergabung dan terus melanjutkan program ini. (hensly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *