SUARASULUT.COM,MANADO– Calon Wali Kota Manado Julyeta Runtuwene tampil memukau dalam debat publik tahap II Calon Wali Kota Manado, Selasa (17/11/2020) di Swiss bell Hotel didampingi Harley Alfredo Benfica Mangindaan.
Debat itu mengangkat tema arah pelaksanaan pembangunan dalam rangka memajukan daerah dan nasional sebagai konkretisasi kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan, dan pengendalian Covid-19 oleh KPU Kota Manado.
“Kerukunan adalah karunia, kerukunan adalah modal utama memajukan kota kami Kota Manado, maka itu visi kami menjadikan Manado rukun, cerdas dan indah, untuk itu Paham Peduli kesehatan lewat program UC, program kesehatan gratis melalui RSUD Pemkot Manado termasuk didalamnya memberikan vaksin COVID-19 kepada masyarakat bila saatnya vaksin sudah ditemukan,” ungkap Runtuwene.
Ditambahkannya, pasangan nomor urut 4 akan melakukan pemberian bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.
“Bantuan kepada ibu hamil dan melahirkan. Peningkatan bantuan dana bagi warga senior atau lansia, juga memastikan anak-anak dalam masa pandemi masih terus mengikuti pendidikan dengan memastikan mereka mendapat bantuan” ujar isteri tercinta dari Walikota Manado GS.Vicky Lumentut.
Lanjut Runtuwene, misi selanjutnya memastikan ekonomi masyarakat terjaga selama pandemi Covid-19 dengan memberikan dana modal usaha UMKM dan mengelola pemerintahan yang baik.
“melanjutkan pembangunan infrastruktur dan pemerintahan yang bersih dan profesional, Dalam pelaksanaan pemerintahan yang baik, prinsip-prinsip yang dikedepankan adalah prinsip transparansi atau keterbukaan akuntabilitas, prinsip efektivitas, prinsip bertanggung jawab, prinsip adil inovatif dan tidak korupsi. Sehingga bila dibentuk pemerintahan ke depan dimulai dari komitmen kepala daerah yang punya komitmen kuat untuk menyelenggarakan pemerintahan secara bersih,” kata Prof Paula sapaan akrab Julyeta Runtuwene.
Paula-Harley juga akan Menginovasi dalam memajukan Kota Manado untuk dapat eksis di masa pandemi seperti sekarang ini melalui mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mengurangi pengangguran dan angka kemiskinan sebesar 5,51 persen atau setara dengan 29.000 jiwa,
“mulai dari kuliner, fashion, seni, dan game. program dalam rangka memberikan bantuan akses modal bahkan pelatihan, pendampingan dan pendampingan manajerial akan berencana kedepan membangun satu gedung UMKM yang menjadi pusat ekonomi kreatif itu akan tumbuh, dan Manado kreatif menjadi pusat anak-anak muda atau milenial untuk mereka diberikan wawasan interpreneur serta jiwa wirausaha itu mereka kita bangkitkan, sehingga mereka tidak hanya tentu punya satu inovasi tapi akan muncul berbagai inovasi,” Tutup mantan Rektor Universitas Negeri Manado. (red)





