SULUT — Start dari posisi paling belakang, menghadapi kendala teknis, hingga bersaing dengan tim-tim besar nasional. Pembalap muda asal Sulawesi Utara, Rexking David Luntungan, menutup final round Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2026 dengan finis di posisi kesembilan secara keseluruhan dan keenam kategori Non-Seeded.
Hasil tersebut bukan podium. Namun, perjuangan Rexking di Sirkuit Internasional Mandalika menjadi ujian penting bagi mental dan kemampuannya menghadapi persaingan balap nasional.
Rexking merupakan warga Kelurahan Sagerat, Kota Bitung. Namanya cukup familiar di lingkungan otomotif Sirkuit Sagerat melalui aktivitas BAR dan Bengkel Petra Tech
Siswa kelas XI Manado Independent School (MIS) itu tampil membawa nama Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Utara bersama Sebastian Kenhard Tamuntuan dan Brandon Eman.
Bermodal hasil podium ketiga pada putaran sebelumnya, Rexking datang dengan optimisme tinggi di kelas OMR Krida Agya 1200 cc. Namun, putaran final justru menghadirkan tantangan yang tak mudah.
Kendala Teknis Beruntun
Pada hari pertama, Rexking mencatatkan hasil kualifikasi di posisi ke-10 secara keseluruhan dan keenam kategori Non-Seeded. Namun, ia gagal memulai balapan setelah mobil mengalami kendala teknis menyusul kecelakaan yang dialami rekan setimnya, Brandon Eman.
Rexking pun tercatat DNS (Did Not Start).
Ujian berlanjut pada hari berikutnya. Saat kualifikasi, sistem pemadam api di dalam mobil mengalami malfungsi hingga bahan pemadam keluar ke kabin. Demi keselamatan, Rexking menghentikan kendaraan dan keluar dari mobil.
Insiden tersebut membuatnya kehilangan kesempatan mencatatkan waktu kualifikasi dan harus memulai balapan dari posisi paling belakang.
Situasi semakin menantang setelah Brandon kembali mengalami kecelakaan pada balapan ITCR 1200 sebelum kelas OMR Krida Agya. Mobil yang mengalami kerusakan membutuhkan penanganan segera.
Di tengah keterbatasan waktu, mekanik Toyota Krida bekerja memperbaiki dan menyiapkan kendaraan agar Rexking tetap bisa mengikuti perlombaan.
Merangsek dari Posisi Belakang
Kesempatan yang nyaris hilang akhirnya kembali terbuka. Rexking turun ke lintasan dengan tekad menyelesaikan balapan sebaik mungkin.
Begitu start dimulai, ia langsung berupaya memperbaiki posisi. Pada lintasan lurus menuju tikungan pertama, Rexking berhasil melewati dua pembalap.
Pengalamannya mengikuti ajang drag race dan slalom turut menjadi bekal dalam menghadapi karakter lintasan Mandalika. Ia terus berusaha menjaga ritme dan mencari peluang menyalip di tengah persaingan ketat.
Dari posisi start paling belakang, Rexking akhirnya menyentuh garis finis di urutan kesembilan secara keseluruhan dan keenam kategori Non-Seeded.
Hasil itu menunjukkan upayanya bangkit setelah kehilangan kesempatan pada sesi kualifikasi. Meski belum kembali meraih podium, pengalaman menghadapi kendala teknis dan persaingan di level nasional menjadi bekal penting bagi perkembangan kariernya.
Butuh Pembinaan dan Dukungan
Keikutsertaan Rexking, Sebastian Kenhard Tamuntuan, dan Brandon Eman di MFOS 2026 menjadi bagian dari perjalanan pembalap muda Sulawesi Utara untuk mengukur kemampuan di tingkat nasional.
Persaingan dengan tim-tim seperti GR Garage Auto2000, Cargloss Racing Team, Siantarman Racing Team, Banteng Motorsport, dan Razaig Motorsport juga memberikan pengalaman menghadapi kompetitor dengan dukungan teknis dan persiapan yang matang.
Namun, perkembangan pembalap muda tidak cukup hanya mengandalkan keberanian dan kemampuan di lintasan. Pembinaan berkelanjutan, latihan, perlengkapan keselamatan, serta dukungan operasional juga menjadi faktor penting dalam membangun prestasi.
Karena itu, dukungan pemerintah daerah, organisasi olahraga, dunia usaha, dan sponsor dibutuhkan agar potensi atlet otomotif Sulawesi Utara dapat berkembang secara konsisten.
Bagi sponsor, pembinaan pembalap muda juga membuka peluang kemitraan jangka panjang sekaligus mendukung lahirnya atlet daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Perjalanan Belum Berakhir
Final round MFOS 2026 telah berakhir, tetapi perjalanan Rexking dan rekan-rekannya masih panjang. Pengalaman di Mandalika menjadi pelajaran tentang pentingnya kesiapan teknis, ketenangan, dan kemampuan menghadapi tekanan kompetisi.
Perjuangan mereka juga menjadi pengingat bahwa pembalap muda daerah membutuhkan lebih dari sekadar apresiasi ketika meraih kemenangan. Mereka membutuhkan kesempatan dan dukungan untuk terus berkembang.
Dari Mandalika, Rexking membawa pulang pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk menatap persaingan berikutnya.
Small Step, Big Dream — Rexking David Luntungan.
