SANGIHE— Di tengah kepungan asap dan kobaran api yang telah menghanguskan sedikitnya 587,76 hektare kawasan Gunung Awu, seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe memilih bersatu mengetuk pintu langit demi keselamatan daerah mereka.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari memimpin langsung gelaran Doa Bersama Lintas Agama dan Adat Sangihe di Papanuhung Santiago Tampungang Lawo.
Langkah spiritual ini diambil menyusul krisis kemarau panjang serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ekstrem yang terus meluas di kawasan pegunungan tersebut.
Berdasarkan analisis data geospasial SWIR citra Sentinel-2 per 9 September 2026, amukan api yang bermula dari Pos 8 jalur pendakian Angges sejak 5 September lalu kini telah menjalar hingga ke wilayah Kelurahan Kolongan di Kecamatan Kendahe, serta Kecamatan Tabukan Utara.
Api melahap vegetasi pada ketinggian 600 hingga 1.030 meter di atas permukaan laut (mdpl).”Medan yang sangat berat membuat penanganan di lapangan membutuhkan kehati-hatian ekstra dan kerja sama dari semua pihak,” ujar Bupati Michael Thungari dalam sambutannya.
Bupati menegaskan, jajaran pemerintah bersama TNI/Polri, relawan, dan masyarakat tidak tinggal diam dan terus memantau perkembangan titik api melalui pos-pos pemantauan di wilayah terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian mendalam, prosesi doa bersama ini dibuka dengan ritual adat Tatahimokoing Sembanua oleh Dewan Adat Sangihe.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa berantai dari perwakilan agama Islam, Kristen Protestan, denominasi gereja, dan Katolik, yang secara khusus memohon pemulihan alam serta kekuatan bagi para petugas yang bertaruh nyawa memadamkan api di lapangan.(***)
