URC Polres Kotamobagu Gerak Cepat, Indikasi Tawuran Pelajar di Molinow Berhasil Dicegah

KOTAMOBAGU — Situasi pagi di Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat, sempat membuat warga resah.

Sekelompok pelajar dari dua sekolah berbeda dilaporkan berkumpul dan diduga membawa sejumlah benda yang berpotensi digunakan dalam aksi tawuran.
‎
‎Laporan warga tersebut langsung direspons cepat Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Kotamobagu pada Rabu pagi (9/9/2026).
‎
‎Informasi diterima petugas sekitar pukul 07.30 WITA. Warga yang melihat aktivitas mencurigakan di salah satu titik di Kelurahan Molinow segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.
‎
‎Tak ingin situasi berkembang menjadi aksi kekerasan, Tim URC langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan patroli sekaligus langkah pencegahan.
‎
‎Setibanya di lokasi, petugas mendapati sejumlah pelajar dari dua sekolah berbeda. Polisi kemudian melakukan pendekatan secara persuasif dan memeriksa barang-barang yang berpotensi digunakan dalam tawuran, termasuk kayu dan batu.
‎
‎Langkah cepat tersebut membuat situasi berhasil dikendalikan sebelum berkembang menjadi bentrokan.
‎
“Berkat laporan cepat dari warga dan respons Tim URC, potensi tawuran antar pelajar berhasil kita cegah. Saat ini para pelajar sudah kami data dan diserahkan kepada pihak sekolah serta orang tua masing-masing untuk dilakukan pembinaan,” ujar Kanit URC AIPTU Miky Rori.
‎
Sementara itu, Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik melalui Kasat Reskrim IPTU Ahmad Waafi memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sigap melaporkan adanya aktivitas mencurigakan.

‎Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keamanan, khususnya di lingkungan yang berdekatan dengan aktivitas pelajar.
‎
‎“Kami mengapresiasi kepedulian warga Kelurahan Molinow yang segera melapor. Ini bentuk sinergi yang kita butuhkan,” tegasnya.
‎
‎Ia mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan tawuran sebagai cara untuk menyelesaikan persoalan.
‎
‎“Tawuran bukan jalan menyelesaikan masalah. Justru akan merugikan masa depan kalian sendiri. Polres Kotamobagu tidak akan mentolerir aksi premanisme dan kekerasan di kalangan pelajar,” tegas IPTU Ahmad Waafi.
‎
‎Untuk mencegah kejadian serupa, kepolisian memastikan patroli akan ditingkatkan, terutama pada jam-jam yang dianggap rawan, seperti saat pelajar masuk dan pulang sekolah.
‎
‎Polres Kotamobagu juga akan menggandeng pihak sekolah, orang tua, serta tokoh masyarakat untuk memperkuat pembinaan terhadap para pelajar.
‎
‎Kepolisian turut mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak. Masyarakat yang menemukan aktivitas mencurigakan atau indikasi aksi kekerasan diminta segera menghubungi layanan kepolisian 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat.
‎
Hingga saat ini, situasi di Kelurahan Molinow dilaporkan telah kembali kondusif. Tim URC Polres Kotamobagu pun akan terus melakukan patroli preventif di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya tawuran pelajar. (***)