Michael Tangoy Resmi Pimpin GPII Bolsel 2026-2030, Unggul di Musda ke-V

BMR, Michael Tangoy resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah Gerakan Pemuda Islam Indonesia GPII Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) periode 2026-2030.

 

Ia mengungguli kandidat lainnya dalam Musyawarah Daerah ke-V GPII Bolsel yang digelar Kamis, (3/9/2026), di Guest House Pemerintah Kabupaten Bolsel.

Terpilihnya Michael Tangoy di saksikan OKP dan OKPI yang hadir sampai musyda selesai.

Musyda ini menjadi momentum penting konsolidasi organisasi pemuda Islam di Bolsel. Kegiatan dihadiri langsung jajaran DPW GPII Provinsi Sulawesi Utara, pengurus demisioner, serta utusan kader dari berbagai kecamatan se-Bolsel.

Ketua Panitia Musyda dalam laporannya menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian pemilihan pengurus baru dan penyusunan program kerja dapat berjalan lancar, demokratis, serta menghasilkan keputusan terbaik untuk kemajuan organisasi ke depan.

 

“Alhamdulillah Musyda ini bisa kita laksanakan dengan tertib. Harapan kami, pengurus baru mampu membawa GPII Bolsel lebih aktif dan lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Rizky Kadu.

Suasana Musyda berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Forum membahas evaluasi kinerja pengurus periode sebelumnya, pandangan umum, hingga penetapan program kerja 4 tahun ke depan.

 

Dalam sambutan usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Michael Tangoy menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras menyukseskan Musyda.

 

Ia juga mengapresiasi kehadiran pengurus wilayah GPII Sulut yang datang jauh-jauh ke Bolsel demi menyukseskan hajatan organisasi ini.

 

“Saya sangat berterima kasih kepada panitia dan seluruh kader yang telah memberikan kepercayaan ini. Terima kasih juga kepada pengurus DPW GPII Sulut yang sudah berkenan hadir. Ini bukti bahwa GPII Bolsel tidak berjalan sendiri,” kata Michael.

 

Michael menegaskan, ke depan GPII Bolsel akan fokus pada penguatan kaderisasi, pembinaan remaja masjid, dan keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah.

 

“Kami ingin GPII hadir sebagai organisasi yang solutif. Tidak hanya di masjid, tapi juga di tengah persoalan pemuda, pendidikan, dan ekonomi umat di Bolaang Mongondow Selatan,” tegasnya.

 

Musyda V ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi organisasi. Di antaranya penguatan peran GPII sebagai mitra strategis pemerintah daerah, TNI-Polri, dan ormas Islam dalam menjaga kerukunan serta menangkal paham radikal.

 

DPW GPII Sulut yang hadir dalam Musyda mengapresiasi semangat kader Bolsel. Pihak DPW berharap di bawah kepemimpinan Michael Tangoy, GPII Bolsel bisa menjadi barometer pergerakan pemuda Islam di wilayah BMR.

 

Dengan selesainya Musyda, estafet kepemimpinan GPII Bolsel resmi beralih. Para kader kini menatap program kerja baru untuk menjadikan GPII sebagai rumah besar bagi pemuda Islam yang cerdas, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi daerah.