BOLTARA — Nasib asrama mahasiswa Kabupaten Bolaang Utara (Boltara) di Yogyakarta kembali menjadi sorotan.
Di tengah jumlah mahasiswa asal Boltara yang menempuh pendidikan di Yogyakarta yang disebut telah mendekati seratus orang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltara hingga kini masih mengandalkan skema kontrak rumah sebagai tempat tinggal mahasiswa.
Kepala Bagian Umum Pemkab Boltara, Fekiyandi Lasena, S.Pd., mengatakan pembangunan asrama mahasiswa secara permanen merupakan rencana jangka panjang yang masih harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kalau untuk bangun permanen itu planning jangka panjang, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” ujar Feki.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan asrama dalam waktu dekat, Pemkab Boltara telah mengusulkan perpanjangan kontrak rumah yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal mahasiswa di Yogyakarta.
“Untuk kontrak, saya sudah usulkan perpanjangan kontrak di anggaran perubahan,” jelasnya.
Feki juga menyebut pihaknya akan kembali mengusulkan pembangunan asrama mahasiswa permanen kepada pimpinan daerah.
“Nanti coba kami usulkan dan sampaikan ke pimpinan terkait dengan pembangunan asrama di Jogya,” katanya.
Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Boltara, Dr. Hi. Abdul Nazarudin Maloho, S.Pd., M.Si., mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan daerah terkait rencana pembangunan asrama mahasiswa Boltara di Yogyakarta secara permanen.
Menurut Maloho, pembangunan permanen tersebut diharapkan dapat direalisasikan pada 2027 mendatang apabila kondisi keuangan daerah sudah stabil.
“Terkait dengan pembangunan asrama mahasiswa Boltara yang ada di Yogyakarta, yang akan dibangun permanen, kami akan berkoordinasi dengan pimpinan. Insyaallah di tahun 2027 mendatang, kalau keuangan daerah sudah stabil, kami akan segera bangun permanen. Tapi kami akan rapatkan terlebih dahulu dengan pimpinan,” ungkap Maloho.(***)
