‎Saat Kota Terlelap, Tim URC Polres Kotamobagu Keliling: Sajam dan Gangguan Kamtibmas Jadi Sasaran

KOTAMOBAGU – Saat sebagian besar warga mulai terlelap, personel Unit Reaksi Cepat (URC) Sat Reskrim Polres Kotamobagu justru bergerak menyusuri sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan.

‎Patroli mobile digelar Kamis (27/8/2026) malam hingga Jumat (28/8/2026) dini hari. Langkah ini menjadi bagian dari strategi kepolisian untuk mencegah kriminalitas sekaligus memastikan masyarakat tetap merasa aman saat beraktivitas pada jam-jam rawan.

‎Dengan pola patroli bergerak, Tim URC tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga menyasar potensi gangguan kamtibmas secara langsung. Sejumlah pengendara maupun warga yang menunjukkan gerak-gerik mencurigakan turut diperiksa secara selektif.

‎Pemeriksaan meliputi badan dan barang bawaan, terutama untuk mengantisipasi adanya senjata tajam (sajam) maupun benda berbahaya yang berpotensi digunakan untuk melakukan tindak pidana.

‎Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah berbagai gangguan keamanan sejak awal, mulai dari aksi kriminalitas jalanan, penganiayaan, perkelahian antarwarga hingga tindak pidana lainnya.

‎Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik melalui Kasat Reskrim Iptu Ahmad Waafi menegaskan, patroli mobile akan terus digencarkan sebagai bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat.

‎“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas dan gangguan kamtibmas. Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kejadian, tetapi berupaya melakukan pencegahan sejak dini dengan meningkatkan kehadiran personel di lokasi-lokasi yang dianggap rawan,” tegas Iptu Ahmad Waafi.

‎Menurut Waafi, pemeriksaan terhadap masyarakat dilakukan secara selektif dan tetap mengedepankan prosedur. Sasaran pemeriksaan terutama diarahkan kepada orang-orang yang menunjukkan perilaku mencurigakan atau diduga membawa benda berbahaya.

‎“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membawa senjata tajam atau benda berbahaya lainnya tanpa alasan yang sah. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, keberadaan Tim URC tidak semata-mata berorientasi pada penindakan. Lebih dari itu, patroli juga menjadi upaya untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, khususnya ketika aktivitas warga mulai berkurang pada malam hingga dini hari.

‎“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas. Karena itu, Tim URC akan terus bergerak secara mobile dan melakukan pemantauan di berbagai titik yang berpotensi menjadi lokasi terjadinya gangguan keamanan,” jelasnya.

‎Intensitas patroli yang dilakukan hingga dini hari menjadi sinyal kuat bahwa ruang gerak pelaku kejahatan tidak dibiarkan terbuka. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan efek cegah sekaligus mempercepat respons apabila ditemukan potensi gangguan kamtibmas.

‎Polres Kotamobagu juga mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.

‎Melalui patroli yang dilakukan secara rutin dan mobile, Polres Kotamobagu menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas kamtibmas serta memastikan wilayah hukumnya tetap aman, nyaman dan kondusif, bahkan ketika malam berganti dini hari. (**)

Exit mobile version