BITUNG – Ratusan warga Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, mendatangi kawasan PT Futai Sulawesi Utara, Selasa (7/7/2026) malam. Aksi tersebut dipicu dugaan pembongkaran saluran air yang sebelumnya ditutup warga saat aksi protes beberapa pekan lalu.
Sebelumnya, warga telah beberapa kali menggelar demonstrasi di area perusahaan. Dalam aksi tersebut, warga menutup saluran air yang mengarah ke perusahaan, menutup jalur pembuangan limbah, hingga memblokade akses transportasi operasional PT Futai Sulawesi Utara.
Warga menilai sejumlah tuntutan yang mereka sampaikan belum mendapat tanggapan dari pihak perusahaan maupun pemangku kepentingan. Sekitar pukul 18.30 Wita, massa mulai berkumpul dan menduduki pintu masuk kawasan PT Futai Sulawesi Utara.
Hingga sekitar pukul 20.30 Wita, warga mengaku belum menerima penjelasan dari manajemen perusahaan. Massa kemudian menerobos masuk ke area perusahaan dan mengakibatkan kerusakan pada gerbang serta sebagian pagar.
Menurut warga, aksi tersebut dipicu dugaan pembukaan kembali saluran air yang sebelumnya mereka tutup.
Warga menduga aliran air tersebut kembali difungsikan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan.
Salah seorang warga, Desi, meminta aparat kepolisian mengusut pihak yang diduga membongkar penutupan saluran air tersebut.
“Kami meminta pihak kepolisian menangkap dan memproses pihak yang diduga membongkar aliran yang telah kami tutup. Kami juga meminta perusahaan bertanggung jawab, menutup kembali saluran tersebut, serta memasang garis polisi di area perusahaan,” ujarnya.
Selain itu, warga juga mendesak agar operasional PT Futai Sulawesi Utara dihentikan sementara hingga terdapat kepastian penyelesaian masalah dan perbaikan menyeluruh terhadap dugaan pencemaran lingkungan.
“Kami meminta operasional perusahaan dihentikan sampai ada kepastian dan perbaikan secara menyeluruh agar tidak terjadi lagi pencemaran udara maupun air yang meresahkan masyarakat,” tambahnya.
Massa aksi dilaporkan masih bertahan di kawasan PT Futai Sulawesi Utara hingga sekitar pukul 23.25 Wita. Warga menyatakan akan terus melakukan pemantauan sambil menunggu respons dari pihak perusahaan maupun pemerintah.
Dikesempatan itu, puluhan aparat Kepolisian Polres Bitung serta sejumlah anggota TNI, intens melakukan pendekatan dan pengamanan masa aksi serta memberikan kepastian hukum bagi warga yang mengelar aksi protes maupun fasilitas PT Futai Sulawesi Utara.
Hingga berita ini diberitakan belum ada tanggapan dari manajement PT Futai Sulawesi Utara. (*)
