Longsor di PETI Dekat Area PT BDL, Dua Penambang Hilang, Polisi Lakukan Penyelidikan

BOLMONG – Tragedi kembali menyelimuti aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Bolingongot, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Dua penambang dilaporkan hilang setelah tertimbun longsor yang menerjang lokasi penambangan pada Jumat (26/6/2026) dini hari.

Hingga Jumat siang, kedua korban belum berhasil ditemukan. Warga bersama aparat kepolisian dan TNI masih terus berjibaku melakukan pencarian di tengah kondisi medan yang berat dan tanah yang masih labil.

Korban diketahui bernama Alipu, penambang asal Gorontalo yang berdomisili di Desa Mopait, serta Baim, warga Desa Wineru, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi saat kedua korban bersama pemilik lokasi tengah beristirahat di dalam sebuah tenda usai melakukan aktivitas penambangan.

Tanpa diduga, material tanah dari tebing di atas lokasi tiba-tiba longsor dan menghantam tenda tempat mereka beristirahat.

Pemilik lokasi yang saat itu berada di bagian luar tenda berhasil menyelamatkan diri dengan melompat menghindari longsoran. Sementara Alipu dan Baim diduga tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya tertimbun material tanah.

Usai kejadian, para penambang di sekitar lokasi langsung berupaya melakukan pencarian secara manual sambil meminta bantuan. Namun, minimnya jaringan telekomunikasi di kawasan tersebut membuat informasi baru diterima Polsek Lolayan sekitar pukul 00.25 WITA.

Mendapat laporan tersebut, personel kepolisian bersama unsur TNI segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Akan tetapi, proses pencarian sempat dihentikan pada dini hari karena kondisi medan yang gelap, risiko longsor susulan, keterbatasan alat berat, serta minimnya penerangan.

Seorang penambang yang berada di lokasi mengatakan pencarian sebenarnya telah dilakukan sejak malam. Namun hingga kini kedua korban belum berhasil ditemukan karena pergerakan tanah masih terjadi dan membahayakan para pencari.

Ia juga menyebut titik longsor berada di kawasan yang berdekatan dengan area PT BDL. Meski demikian, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah lokasi tersebut berada di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan atau berada di luar area konsesi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi, S.Trk MH, membenarkan adanya insiden longsor tersebut.

Menurutnya, aparat kepolisian masih fokus melakukan proses evakuasi sekaligus penyelidikan untuk memastikan penyebab longsor dan mendata secara pasti jumlah korban yang terdampak.

“Saat ini lokasi sudah dipasang police line dan kami masih melakukan penyelidikan. Saat ini kami menunggu Tipidter Polda datang ke TKP,” ujar Iptu Ahmad Waafi.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian terhadap Alipu dan Baim masih terus berlangsung. Aparat juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi longsor guna mengamankan area dan mendukung proses penyelidikan lebih lanjut, sembari menunggu kedatangan tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polda untuk melakukan penanganan lanjutan. (***)

Exit mobile version