KOTAMOBAGU – Turnamen sepak bola paling bergengsi di Bolaang Mongondow Raya (BMR), Totabuan Champions League (TCL) 2026, dipastikan hadir dengan nuansa berbeda.
Tak hanya menyuguhkan persaingan sengit memperebutkan total hadiah fantastis sebesar Rp300 juta, panitia juga memperkenalkan maskot resmi bernama Bojo yang akan menjadi ikon baru kompetisi.
Perhelatan yang akan digelar pada Juli 2026 di Stadion Nunuk Matali, Kotamobagu, ini tak sekadar menawarkan tontonan sepak bola berkualitas. Kehadiran Bojo menjadi bagian dari upaya panitia menghadirkan pengalaman pertandingan yang lebih meriah, ramah keluarga, dan penuh hiburan bagi para pencinta sepak bola.
Karakter maskot yang energik dan jenaka tersebut dijadwalkan hadir di setiap pertandingan. Bojo akan berinteraksi langsung dengan penonton, menghibur suporter di tribun, hingga menjadi pusat perhatian dalam sesi foto bersama para penggemar.
Ketua Askot PSSI Kotamobagu, Michael Solat Bibisa, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang dihadirkan panitia TCL 2026. Menurutnya, langkah tersebut merupakan terobosan penting dalam membawa atmosfer sepak bola modern ke level kompetisi regional.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi menghadirkan Bojo di setiap laga. Ini langkah luar biasa untuk menghidupkan sisi hiburan di turnamen lokal kita,” ujarnya.
Michael menilai, sepak bola saat ini tidak hanya soal pertandingan di atas lapangan, tetapi juga bagaimana menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh penonton yang hadir di stadion.
Menurutnya, kehadiran maskot dapat menjadi simbol persatuan sekaligus sarana mencairkan suasana di tengah tingginya tensi pertandingan. Dengan konsep tersebut, stadion diharapkan menjadi ruang rekreasi yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh kalangan.
“Bojo akan membuat atmosfer stadion lebih ceria, ramah untuk anak-anak dan keluarga, sekaligus menjadi standar baru bagi kompetisi di BMR,” tambahnya.
Panitia TCL 2026 menargetkan Bojo menjadi identitas kuat turnamen yang mudah dikenali masyarakat. Selain memperkuat branding kompetisi, maskot tersebut juga diharapkan mampu mengampanyekan nilai-nilai sportivitas, persahabatan, dan semangat fair play kepada para suporter maupun pemain.
Dengan kombinasi hadiah besar, persaingan antartim terbaik, serta sentuhan konsep sportainment yang matang, Totabuan Champions League 2026 diproyeksikan menjadi salah satu turnamen sepak bola daerah paling spektakuler di Sulawesi Utara.
Bojo pun siap menjadi bintang baru di tribun Stadion Nunuk Matali, menemani setiap momen seru dan menghadirkan warna berbeda dalam pesta sepak bola terbesar di BMR tahun ini. (***)
