BITUNG – Jalur alternatif milik PT MSM/TTN yang menghubungkan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan Kota Bitung tidak hanya menjadi solusi akses transportasi, tetapi juga menawarkan panorama alam yang berpotensi menjadi daya tarik wisata baru di Sulawesi Utara.
Jalan sepanjang kurang lebih 3,1 kilometer yang melintasi Desa Pinenek, Kabupaten Minahasa Utara, hingga Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung itu menyuguhkan pemandangan alam yang memanjakan mata dari berbagai titik.
Berdasarkan penelusuran awak media suarasulut.com usai dibukanya akses jalan di Kelurahan Pinasungkulan, hamparan laut di wilayah Kecamatan Likupang Timur terlihat jelas dari ketinggian. Di kejauhan, megahnya Gunung Klabat yang berdiri di kawasan Airmadidi turut mempercantik lanskap sepanjang perjalanan.
Tak hanya itu, dari sisi Kota Bitung, pengunjung juga dapat menikmati panorama kawasan wisata alam Batuputih, serta kemegahan Gunung Tangkoko dan Gunung Dua Saudara yang menjadi ikon kawasan konservasi alam Tangkoko.
Perpaduan antara pegunungan, hutan, dan bentangan laut menjadikan jalur alternatif ini memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, sejumlah titik di sepanjang ruas jalan dinilai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi wisata panorama dan spot fotografi alam.
“Kedepannya kami berencana membangun rest area di salah satu titik tertinggi yang ada di jalur ini. Nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk kafetaria, sehingga masyarakat dapat menikmati pemandangan yang ada,” ujar sumber resmi PT MSM/TTN.
Dengan panorama yang ditawarkan, jalur alternatif PT MSM/TTN tidak hanya berfungsi sebagai penghubung Minut dan Bitung selama perbaikan jalan nasional berlangsung, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi singgah baru yang mampu mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Sulawesi Utara.
Diketahui, ruas jalan ini akan digunakan selama enam bulan sebagai jalur alternatif bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari Minahasa Utara menuju Kota Bitung maupun sebaliknya selama proses perbaikan jalan nasional yang mengalami kerusakan. (*)
