BOLTIM – Situasi keamanan di kawasan perkebunan hutan Garini, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mendapat perhatian serius aparat kepolisian.
Pada Sabtu (25/4/2026), Polres Bolaang Mongondow Timur bersama Pemerintah Desa Buyat Bersatu menggelar razia penertiban, menyusul meningkatnya keresahan warga terkait maraknya kepemilikan senjata tajam dan senjata rakitan di lokasi tersebut.
Razia yang melibatkan personel Polsek Kotabunan dan jajaran Polres Boltim ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang khawatir potensi bentrokan bisa terjadi sewaktu-waktu.
Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap aduan warga.
“Ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Kami turun langsung untuk meminimalisir potensi bentrok di lokasi. Siapa pun yang kedapatan membawa senjata ilegal akan kami tindak tegas,” tegas Kapolres.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang berbahaya, di antaranya senjata tajam jenis parang serta senjata rakitan berupa senapan angin (air gun) yang diduga digunakan oleh oknum di kawasan perkebunan.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tidak membawa atau menggunakan senjata di luar ketentuan hukum, serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan.
Sementara itu, Sangadi Buyat Barat, Ramadan Mamangge, menyampaikan bahwa langkah penertiban ini merupakan bagian dari upaya preventif pemerintah desa guna mencegah konflik terbuka di tengah masyarakat.
“Penertiban ini dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari terjadinya konflik di lokasi,” ujar Ramadan.
Dalam kegiatan tersebut, Ramadan turut didampingi Sangadi Buyat 1 Chandra Modeong, Sangadi Buyat Ulpin Modeong, serta Camat Kotabunan Idrus Paputungan, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah desa dan aparat keamanan.
Lebih lanjut, Ramadan menegaskan bahwa pemerintah desa tidak akan berhenti pada razia semata. Sejumlah langkah lanjutan telah disiapkan untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan Garini.
“Kedepan, pemerintah desa akan mengupayakan pembangunan pos pemeriksaan sebagai langkah pengawasan berkelanjutan,” tegasnya. (**)





