Polres Bitung Tindaklanjut Dugaan Pemalakan dan Penganiayaan Pelajar

oleh -35 Dilihat
Kasat Reskrim Polres Bitung dan ilustrasi tindakan pengeroyokan terhadap anak sekolah. (foto istimewa)

BITUNG — Kepolisian Resor (Polres) Bitung bersama Polsek Maesa bergerak cepat menangani dugaan tindak pidana pemalakan yang disertai penganiayaan terhadap pelajar di Kota Bitung. Peristiwa tersebut terjadi di area kantin samping sekolah, Kelurahan Bitung Barat Dua, Kecamatan Maesa, Senin (20/4/2026) sekitar pukul 10.15 WITA.

Korban diketahui berinisial JK (17), siswa SMKN 2 Bitung, yang saat itu berada di kantin bersama sejumlah temannya. Situasi yang awalnya kondusif berubah tegang ketika tiga terduga pelaku berinisial A, Y, dan M datang menggunakan sepeda motor dan diduga meminta sejumlah uang kepada para siswa.

Permintaan tersebut tidak diindahkan. Salah satu pelaku kemudian diduga melakukan kekerasan terhadap teman korban. Melihat kejadian itu, korban berusaha membela, yang kemudian memicu perkelahian.

Akibat insiden tersebut, dua orang mengalami luka. Korban JK dilaporkan mengalami luka akibat serangan menggunakan benda tajam jenis panah wayer. Sementara itu, salah satu terduga pelaku berinisial A mengalami luka di bagian kepala akibat benturan benda keras. Keduanya telah dilarikan ke RSAL Bitung untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi. Aparat juga tengah melakukan pencarian terhadap terduga pelaku lainnya serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kapolres Bitung AKBP Albert Zai melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Anugrah menegaskan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini secara serius dan profesional hingga tuntas, dengan berkolaborasi bersama Polsek Maesa.

“Penanganan kasus ini menjadi prioritas. Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan, sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif, khususnya di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Senada, Kapolsek Maesa AKP Tuegeh Darus menyatakan komitmennya dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama pelajar.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Kami akan menindaklanjuti secara profesional dan tuntas. Kami juga mengimbau para pelajar untuk menghindari tindakan kekerasan dan segera melaporkan setiap gangguan kamtibmas kepada pihak kepolisian,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dan pihak sekolah dalam melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak, guna mencegah keterlibatan dalam tindakan kekerasan maupun kenakalan remaja.

“Pengawasan orang tua sangat penting, terutama dalam membentuk karakter dan pergaulan anak. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan kepolisian menjadi kunci dalam mencegah kejadian serupa,” tambahnya.

Saat ini, korban dan salah satu terduga pelaku masih menjalani perawatan medis. Sementara itu, proses penyelidikan dan penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa tersebut serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.