Misteri Gemuruh Bitung Terkuak, Dugaan Mengarah ke Tekanan Pipa Air

oleh -257 Dilihat
Jajaran Perumda Air Minum Duasudara Bitung saat melakukan peninjauan dan pengecekan instalasi jaringan pipa di titik fenomena. (foto istimewa)

BITUNG – Fenomena suara gemuruh yang disertai getaran di Kelurahan Madidir Ure, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Sulawesi Utara, mulai menemukan titik terang. Senin (20/4/2026).

Selama tiga pekan terakhir, suara gemuruh dan getaran tersebut meresahkan warga Lingkungan I RT 02. Warga mengaku belum mendapatkan kepastian maupun penjelasan dari instansi teknis terkait penyebab fenomena tersebut.

Titik terang mulai muncul pada Minggu (19/4/2026) malam. Salah satu petugas lapangan Perumda Air Minum Duasudara Bitung mendatangi lokasi dan memberikan penjelasan awal kepada warga.

“Petugas menyampaikan bahwa suara dan getaran diduga berasal dari tekanan instalasi jaringan pipa yang baru sekitar satu bulan diaktifkan. Bahkan, bersama warga dilakukan percobaan dan hasilnya menunjukkan fenomena serupa benar terjadi,” ungkap sejumlah warga.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bitung melalui BNPB telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi teknis, di antaranya BMKG, PVMBG, Dinas PUPR, serta Perumda Air Minum Duasudara Bitung.

Sejumlah lembaga teknis juga telah melakukan pengambilan sampel dan penelitian awal. Namun, pada pekan sebelumnya pihak Perumda sempat menyatakan bahwa di lokasi tersebut tidak terdapat instalasi jaringan pipa, hal yang juga dibenarkan oleh warga setempat.

Pada Senin (20/4/2026) siang, rombongan Perumda Air Minum Duasudara Bitung kembali mendatangi lokasi. Dipimpin Direktur Alfred Salindeho bersama jajaran teknis, mereka melakukan penggalian untuk memastikan keberadaan jaringan pipa di area tersebut.

“Memang benar terdapat jaringan pipa di lokasi ini. Namun, kami belum dapat memastikan apakah fenomena gemuruh dan getaran sepenuhnya bersumber dari situ. Untuk kepastian, besok (Selasa, 21/4/2026) kami akan menghadirkan tim ahli dari Unsrat guna meneliti struktur tanah serta potensi penyebab lainnya,” ujar Direktur Perumda.

Berdasarkan informasi sejumlah instansi dan lembaga teknis dari Pemprov Sulut akan meninjau lokasi serta melakukan penelitian guna memastikan sumber fenomena tersebut.

Warga berharap penyebab fenomena tersebut segera dipastikan. Jika benar berasal dari jaringan pipa, mereka menginginkan adanya penanganan cepat agar keresahan yang telah berlangsung selama tiga pekan dapat berakhir dan aktivitas masyarakat kembali normal. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.