Sumur Dalam Bertenaga Surya Hadir di Kalekube, Sangihe Serius Jaga Ketahanan Pangan

oleh -222 Dilihat
Dari hasil peninjauan oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE. MM langsung di lokasi, kualitas air yang dihasilkan pun terbilang prima, jernih, tidak berbau, dan siap digunakan untuk keperluan pertanian

SANGIHE, SuaraSulut.com Lahan pertanian di Kampung Kalekube, Kecamatan Tabukan Utara, kini punya “nadi” baru. Rabu (15/4/2026), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menerima bantuan Paket Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) — sebuah infrastruktur yang digadang-gadang menjadi penopang penting ketahanan pangan daerah.

Bukan sumur biasa. Dengan kedalaman 82 meter dan kemampuan mengalirkan air hingga 5 liter per detik, sumur ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan sawah maupun hortikultura di wilayah tersebut. Yang membuatnya makin istimewa: sumur ini sepenuhnya beroperasi menggunakan energi tenaga surya, sehingga bebas dari beban biaya listrik operasional, efisien sekaligus ramah lingkungan.

Dari hasil peninjauan langsung di lokasi, kualitas air yang dihasilkan pun terbilang prima, jernih, tidak berbau, dan siap digunakan untuk keperluan pertanian.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., menyambut hangat kehadiran fasilitas ini. Menurutnya, sumur JIAT bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang bagi masyarakat tani Sangihe.

“Keberadaan sumur ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan daerah, khususnya untuk kebutuhan irigasi lahan pertanian sawah dan hortikultura,” ujar Bupati Michael.

Bantuan ini juga tak lepas dari peran aktif kelompok tani setempat yang sejak awal telah menyiapkan lahan dan menunjukkan komitmen nyata dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayah mereka. Pemerintah daerah pun mengapresiasi konsistensi tersebut, sekaligus mengingatkan pentingnya peran kelompok tani dalam merawat dan menjaga fasilitas ini agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.

Tak berhenti di Kalekube, Pemkab Sangihe juga telah mengusulkan penambahan titik sumur di sejumlah wilayah lain, termasuk Angges dan Utuarano sebagai langkah antisipatif menghadapi ancaman kekeringan akibat cuaca ekstrem yang kian tak menentu.

Sumur JIAT ini merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I. Dengan hadirnya fasilitas ini, harapannya produktivitas pertanian masyarakat Sangihe terus meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kokoh dari dalam.

(***/Erick Sahabat)