BITUNG — Sebanyak 542 siswa SMA Negeri 2 Bitung mengikuti Ujian Sekolah (US) dengan dua metode, yakni ujian tertulis dan berbasis proyek, Kamis (16/4/2026).
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Bitung, Maxy Awondatu, menyatakan kesiapan pelaksanaan ujian berbasis proyek yang kini memasuki tahun ketiga penerapan.
“Ujian proyek mencakup tiga bidang utama, yaitu sejarah, agama, dan pendidikan Pancasila. Proses pengerjaan sudah dimulai sejak tiga bulan sebelum ujian, sementara tahap presentasi dan penilaian berlangsung selama dua minggu,” ujarnya kepada awak media diruangan kerja di wilayah Kelurahan Madidir Ure, Kecamatan Madidir Kota Bitung.
Hal senada dikalimatkan, Ketua Panitia Ujian Sekolah, Fredynandus Takalamingan menjelaskan, sebanyak 129 kelompok siswa mengikuti ujian proyek yang dibagi dalam lima sesi di sembilan ruang. Setiap kelompok terdiri dari rata-rata empat siswa.
Menurutnya, pola kerja kelompok dinilai efektif untuk mengukur kemampuan kolaborasi siswa. Namun demikian, potensi subjektivitas dalam penilaian individu masih menjadi perhatian.
“Model ini memang mengukur kerja tim, tetapi ada risiko penilaian individu tidak merata. Ini menjadi tantangan yang harus diantisipasi,” tambahnya.
Untuk meminimalisir hal tersebut, panitia telah menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi tenaga pengajar guna menyamakan persepsi dan standar penilaian antar penguji.
Selain itu, pengawasan juga diperkuat dengan melibatkan penguji eksternal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara.
“Penguji eksternal kami libatkan sebagai bagian dari mekanisme kontrol, agar penilaian lebih objektif dan terukur,” katanya.
Meski berbagai langkah antisipatif telah dilakukan, efektivitas pengawasan dan konsistensi standar penilaian masih menjadi catatan penting dalam pelaksanaan ujian berbasis proyek.
Hal ini dinilai krusial untuk memastikan hasil ujian benar-benar mencerminkan kompetensi masing-masing siswa.
Pelaksanaan Ujian Sekolah tahun ini pun tidak hanya menjadi tolok ukur kemampuan siswa, tetapi juga menguji kredibilitas sistem evaluasi pendidikan dalam menjaga integritas dan kualitas lulusan. (***)



