MANADO– Empat pelajar SMP di Kecamatan Wori, Minahasa Utara, digerebek setelah kedapatan menenggak minuman keras jenis captikus di area pekuburan desa, memicu respons cepat polisi yang memilih pendekatan pembinaan demi menyelamatkan masa depan mereka.
Peristiwa tersebut terungkap setelah pihak sekolah menerima laporan dari guru yang mengamankan para siswa yang baru kembali dari luar lingkungan sekolah sekitar pukul 13.00 Wita. Demi menjaga keselamatan dan kondisi psikologis para pelajar, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Polsek Wori.
Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Wori yang dipimpin Kanit Samapta Aiptu Suparmin langsung mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi sekaligus memberikan pembinaan dan imbauan kamtibmas kepada para siswa.
Keempat pelajar tersebut masing-masing berinisial V.S. (15), A.Z. (12), R.M. (14), dan K.G.M. (13).
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui salah satu siswa bersama rekannya membeli satu botol minuman keras seharga Rp25 ribu di sebuah kios depan Alfamart. Minuman tersebut kemudian diminum bersama di area pekuburan umum Desa Wori sebelum mereka kembali ke sekolah dan akhirnya diamankan oleh guru bimbingan konseling.
Kapolsek Wori, IPDA Urielson Novry Sanger, didampingi Kasi Humas Polresta Manado IPTU Agus Haryono mengatakan, penanganan kasus ini dilakukan dengan pendekatan persuasif dan pembinaan.
“Penanganan kami tidak semata penindakan. Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa yang perlu dibina dan dijaga bersama,” ujar Kapolsek.
Polisi kemudian memanggil orang tua para siswa, memberikan edukasi kamtibmas, serta membuat surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kapolsek juga menegaskan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mengawasi pergaulan anak-anak agar tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang.
Sebagai langkah pencegahan, Polsek Wori akan meningkatkan operasi terhadap warung atau kios yang diduga menjual minuman keras secara bebas di wilayah tersebut.
Kasus ini akhirnya diselesaikan melalui mekanisme problem solving bersama pihak sekolah, orang tua, dan para siswa dengan disaksikan aparat kepolisian.(***)
