Panggilan Anak Bangsa, GPII Sulut Silaturahmi Dengan Tokoh Toleransi Nasional

oleh -703 Dilihat

Manado, Dalam rangka persiapan pelantikan Gerakan Pemuda Islam Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (GPII Prov. Sulut) melakukan kunjungan perdana bersilaturahmi dengan Pendeta Hanny Pantouw Ketua umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Manguni Indonesia (LMI), di Warung Kobong, Teling, Kota Manado, Sulut, Sabtu (15/11/2025).

Hanny Pantouw menyampaikan bahwa bantuan seragam ini merupakan hasil koordinasi antara GPII Sulut dan LMI.

Ini juga bentuk ucapan terima kasih dan bentuk apresiasi kepada GPII karena telah siap akan melayani masyarakat.

“Ini juga bentuk kepedulian. Saya yakin GPII Sulut selesai dilantik nanti pada awal bulan desember langsung gerak dengan program jangka panjang dan jangka pendek,”kata Hanny Pantouw.

Dikatakannya, tidak mungkin dalam aktivitas kegiatan keagamaan, kegiatan sosial kemasyarakatan dan kegiatan lainnya GPII Sulut tidak akan menggunakan seragam.

Setidak-tidaknya dalam menghargai dedikasi mereka, kita bantu berikan seragam lengkap ini.

“Semoga bisa memotivasi mereka terus bersemangat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menjaga Sulawesi Utara ini tetap rukun dan damai,”tegasnya.

Ditempat yang sama, Ketua panitia persiapan pelantikan GPII Sulut, menyampaikan terima kasih kepada ketua umum LMI yang telah membantu.

““Bantuan yang diberikan kepada kami GPII Sulut ini sangat berarti untuk menunjang setiap program kegiatan ”, ungkap Indra Bilondatu.

Sementara ketua Ketua DPW GPII Sulut terpilih Musyawarah Wilayah (Muswil) XII GPII yang dilaksanakan pada 1 November lalu di hotel Peninsula Manado, menjelaskan alasan pihaknya menunjuk Pdt. Hanny Pantouw, S.Th, sebagai salah satu penasehat organisasi.

Menurutnya, rekam jejak Hanny sebagai tokoh toleransi nasional dinilai mampu memberikan arahan dan keteladanan bagi GPII dalam merawat kebhinnekaan.

“Harapan kami dengan kehadiran beliau dapat menularkan ilmu dan pengalaman tentang bagaimana merawat kebhinnekaan yang menyatukan perbedaan, sebagai panggilan bagi anak bangsa,” tutup Kang Emy, sapaan akrab Rizal Helmy Syaus

No More Posts Available.

No more pages to load.