PETI Lobong Tak Tersentuh Hukum, Publik Desak Polres Kotamobagu Bertindak Tegas

oleh -852 Dilihat

KOTAMOBAGU — Aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di Desa Lobong, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) kembali menggeliat setelah beberapa bulan sempat ditertibkan aparat kepolisian.

Padahal, pada akhir Januari 2025 lalu, lokasi tersebut sudah disegel dengan police line dan sejumlah barang bukti telah diamankan.

Namun, kondisi di lapangan kini sungguh mencengangkan. Berdasarkan pantauan dan informasi dari sejumlah sumber terpercaya, alat berat dan mesin pengolah emas kembali beroperasi di lokasi tambang tersebut. Bahkan disebut-sebut, ada peralatan baru yang sengaja dibeli untuk melanjutkan eksploitasi secara diam-diam.

“Mereka berani buka lagi setelah sempat ditutup. Artinya pasti ada yang membekingi. Kalau tidak, mana mungkin bisa bebas beroperasi?” ujar salah satu warga Lobong yang enggan disebutkan namanya, Minggu (9/11/2025).

Kembalinya aktivitas PETI ini menimbulkan kemarahan publik. Banyak pihak menilai penertiban yang dilakukan awal tahun lalu hanya sebatas formalitas, tanpa diikuti dengan pengawasan serius dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah.

Padahal, dampak tambang ilegal di Lobong sangat mengkhawatirkan. Selain merusak ekosistem, kegiatan ini mencemari aliran sungai dengan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida, serta mengancam keselamatan para pekerja yang bekerja tanpa standar keamanan.

Lokasi tambang yang curam dan rawan longsor pun berpotensi memakan korban jiwa kapan saja.

Sejumlah aktivis lingkungan turut angkat suara. Mereka menilai lemahnya penegakan hukum menunjukkan bahwa negara seolah kalah oleh mafia tambang yang terus bermain di balik layar.

“Kalau dibiarkan seperti ini, berarti hukum hanya tajam ke bawah. Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak,” tegas salah satu aktivis pemerhati lingkungan di Kotamobagu.

Kini masyarakat menanti sikap tegas dari Polres Kotamobagu, Pemkab Bolmong, hingga Pemprov Sulawesi Utara. Pertanyaan besar pun menggema: Siapa yang berani bermain di balik operasi tambang ilegal ini? Apakah ada “tangan besar” yang melindungi aktivitas PETI Lobong?

Jika hukum tak dijalankan dengan tegas, penertiban hanya akan menjadi sandiwara, dan Lobong akan terus menjadi ladang emas bagi segelintir orang—serta sumber bencana bagi banyak lainnya. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.