Di Sulut Sulit Dapat Solar, Ratusan Sopir Dam Truck Akan Demo Besar-Besaran

oleh -2267 Dilihat
oleh
Foto kiri: Wiliam Luntungan, foto kanan: suasana Antri di SPBU Roong Tondano setiap hari harus antri hingga Boulevard

MINUT-  Ratusan  sopir Dam Truck yang tergabung dalam Aliansi Sopir Dam Truck Sulawesi Utara rencananya dalam waktu dekat akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran. Hal itu dipicu sudah berbulan-bukan bahkan sudah bertaun-tahun susahnya sopir pengguna BBM jenis solar mendapatkan solar, selalu antri panjang bahkan hingga seharian baru mendapatkan jata di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Utara.

Hal itu sangat merugikan dan hingga saat ini belum ada perhatian serius dari pemerintah.

Ratusan sopir yang tergabung dalam Aliansi Dum Truck Sulawesi Utara dari Bitung, Minut, Tomohon, Tondano dan Manado, telah sepakat dalam waktu dekat akan menduduki kantor Gubernur Sulut, Polda Sulut dan DPRD Sulut.

Aksi yang rencananya akan digelar pekan depan merupakan bentuk protes keras atas dugaan praktik curang dan permainan kotor dalam penyaluran BBM bersubsidi jenis solar.

Juru bicara Aliansi, aktivis William Luntungan, dalam jumpa pers pada Selasa (16/09/2025), di salah satu kafe di jalan SBY Minahasa Utara, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas situasi yang sudah berlangsung lama ini.
“Teman-teman sopir sudah lelah mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan solar. Ketika melakukan protes, malah sering diancam,” ungkap William dengan nada geram.

Ia menambahkan, para sopir menduga adanya permainan terorganisir yang melibatkan oknum petugas SPBU.

Modus yang dicurigai adalah penggunaan barcode milik sopir lain tanpa izin, yang berujung pada pemblokiran barcode resmi. Praktik ini diduga memuluskan langkah para “pemain solar” yang membeli solar bersubsidi.

William Luntungan berharap, keluhan para sopir ini bisa segera mendapat respons serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum. “Kami berharap ada solusi konkret dan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang bermain. Subsidi ini seharusnya untuk rakyat kecil, bukan untuk memperkaya diri sendiri,” tegasnya.

Randi salah satu driver asal Minut yang ikut dalam jumpa pers membenarkan modus barcode tersebut.

Dia mengaku selama sebulan istirahat akibat tidak ada angkutan. Anehnya, pas ada angkutan mau mengisi solar di SPBU Barcode sudah diblokir. “Menurut petugas SPBU kuota barcode saya sudah full, padahal sudah sebulan tidak digunakan,” terang Randi.

(FP)

No More Posts Available.

No more pages to load.