Teringat Film Titanic, Warga Gangga Jadi Penyelamat Penumpang KM Barcelona V Yang Terbakar

oleh -832 Dilihat
Sumber foto: ss live FB

MINUT- Kejadian naas dialami KM Barcelona V dari kabupaten Talaud tujuan Manado yang terbakar di depan kepulauan Talise dan Gangga Minahasa Utara.

Menurut Adipatri Kuada warga desa Gangga Satu kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara, kepada media ini mengatakan, sekitar pukul 13:07 siang, Minggu,(20/07/2025), warga melihat KM.Barcelona V sudah berhenti dan terlihat kepulan asap. Tak segan-segan, sejumlah perahu yang berada di pulau Gangga langsung bergegas mendekati kapal.

“Sangat beruntung air di pulau Gangga lumayan tinggi, sangat cepat mengeluarkan perahu. Saat itu juga warga  Gangga Satu dan Gangga Dua yang memiliki perahu langsung bergegas mendekati kapal KM.Barcelona yang kondisi terbakar,” kata Adipatri Kuada yang termasuk warga yang membawa perahu motor untuk menolong.

Sebagian penumpang KM Barcelona V yang diselamatkan Adipatri Kuada dengan menggunakan perahu fiber

Lanjut Kuada, dari pulau Gangga ke lokasi KM.Barcelona V yang terbakar memakan waktu sekitar kurang lebih 30 menit.  setelah tiba di lokasi kapal KM. Barcelona V, api sudah sangat besar dan ada ratusan orang penumpang sudah terapung  dipermukaan air  dan ada puluhan orang yang masih berada di bagian haluan kapal tanpa menggunakan life jacket.

“Pas sampai di lokasi, langsung melihat ada ratusan penumpang yang terombang-ambing di permukaan air, langsung teringat film Titanic, saya hanya menggunakan perahu Fiber, jadi saat pertama hanya mampu menolong sebelas penumpang, kemudian balik kedua menolong 7 orang,” kata Kuada.

Selain dirinya, banyak juga warga pulau Gangga menggunakan perahu-perahu datang menyelamatkan penumpang.

“Ada puluhan perahu warga Gangga baik beberapa perahu pajeko, perahu taxi dan banyak juga perahu nelayan yang datang membantu, mungkin juga ada dari pulau lain,” ucapnya.

Kuada juga mengatakan, saat tiba di lokasi, sempat melihat sejumlah  penumpang yang melompat dari atas kapal tapi tidak menggunakan life jacket karena api sudah sangat membesar.

“Ada yang kami selamatkan sudah terombang ambing tanpa menggunakan life jacket, malahan hanya berpelukan di tas pakaiannya sendiri,” terangnya.

Kuada juga menjelaskan, setelah semua penumpang telah terevakuasi, barulah perahu- perahu  yang  menyelamatkan penumpang KM Barcelona kembali ke pulau Gangga, tapi banyak juga perahu dari berasal dari pulau Gangga mengevakuasi korban ke pelabuhan desa Serei.

“Di pulau Gangga ada sekitar 300 lebih, atau hampir 400 korban yang dievakuasi ke pulau Gangga dan ada tiga yang meninggal. Korban selamat yang lain dievakuasi ke desa Serei,” kata Kuada.

(Franky Pungus)