Panggung Kartini Sangihe: Perempuan Berkarya, Budaya Lokal Bersinar di Pentas Kebudayaan TP-PKK

SANGIHE, SuaraSulut.com Semarak peringatan Hari Kartini Tahun 2025 di Kabupaten Kepulauan Sangihe memuncak dalam sebuah gelaran “Pentas Kebudayaan” yang kaya warna. Bertempat di Papanuhung Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe pada Sabtu (17/5/2025), acara ini secara nyata menghidupkan tema “Perempuan Berkarya, Budaya Terjaga”, menampilkan bakat dan kontribusi perempuan Sangihe dalam pelestarian budaya.

Digagas oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Pentas Kebudayaan ini menjadi ruang ekspresi vital bagi perempuan masa kini. Mereka bukan hanya mengenang jasa pahlawan emansipasi seperti R.A. Kartini, tetapi juga menunjukkan bagaimana semangat perjuangan itu diaktualisasikan melalui karya dan kontribusi nyata dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya seni dan budaya lokal.

Berbagai perlombaan yang diselenggarakan, seperti lomba bintang vokalia yang menguji kemampuan olah suara, lomba menghias Tamo yang menampilkan kekayaan seni kerajinan tradisional, dan kegiatan kebudayaan lainnya, menjadi bukti antusiasme dan potensi besar perempuan Sangihe. Setiap penampilan, setiap karya yang dipamerkan, mencerminkan dedikasi mereka dalam menjaga warisan leluhur sambil terus berkarya dan berinovasi.

Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe, Chery Thungari-Soeyoenus, SE, yang membuka acara ini, menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif para perempuan.

“Ajang ini sebagai cerminan nyata dari potensi perempuan Sangihe, tidak hanya dalam seni dan budaya, tetapi juga kemampuan adaptasi di era digitalisasi informasi,” ucap Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe, Chery Thungari-Soeyoenus dalam sambutannya

Pentas Kebudayaan ini turut dihadiri jajaran pejabat daerah, termasuk Bupati Kepulauan Sangihe, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Tenaga Kerja, serta para pemimpin organisasi perempuan, menunjukkan dukungan luas terhadap peran perempuan dan pelestarian budaya di Sangihe.

Melalui panggung ini, perempuan Sangihe tidak hanya merayakan emansipasi; mereka menunjukkan bahwa dengan berkarya, mereka sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan menghidupkan kekayaan budaya lokal, mewujudkan semangat persatuan dan kerja sama demi masa depan yang cerdas dan berdaya saing. Kemeriahan Pentas Kebudayaan ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan Sangihe siap berkontribusi penuh, memastikan budaya mereka tetap lestari dan bersinar.

(Erick Sahabat)