Sulut — Hari ini bukan hari biasa. Ini adalah hari di mana sejarah membara!
Tanggal 1 Mei adalah bukti bahwa suara buruh tak bisa dibungkam! Sejak gerakan buruh pertama bergema di Indonesia pada 1 Mei 1918 lewat serikat Kung Tang Hwee—yang terinspirasi oleh tokoh sosialis Belanda, Adolf Baars—nyala api perjuangan tak pernah padam. Buruh bukan sekadar roda ekonomi, mereka adalah tulang punggung bangsa!
Tak banyak yang tahu, di balik penetapan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional, ada sejarah darah dan air mata—dari aksi besar di Chicago 1886 hingga tragedi Haymarket. Ribuan nyawa dikorbankan demi hak bekerja yang adil dan manusiawi. Maka peringatan ini bukan sekadar seremoni, tapi bentuk penghormatan dan pengingat: keadilan harus diperjuangkan, bukan ditunggu!
Pengusaha muda Jaringan Internet, Hanjian Ali Jan, menyampaikan dengan penuh semangat, “May Day adalah simbol nyala demokrasi! Di sinilah hak berserikat, hak berkumpul, dan hak menyuarakan aspirasi menjadi nyata! Jangan diam, bersuaralah!” ujarnya, Kamis (1/5/2025).
Ia menegaskan bahwa momentum Hari Buruh adalah saat yang tepat untuk semua pekerja—terutama di Sulawesi Utara dan Gorontalo—untuk bersatu menyampaikan aspirasi secara damai namun tegas.
“Indonesia adalah negeri demokrasi. Maka wahai para buruh, suarakan keluhan kalian! Tuntut hak kalian! Tapi ingat, perjuangan bukan berarti perusakan. Mari buktikan bahwa buruh adalah kekuatan yang cerdas, santun, dan berani!”ungkapnya.
Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan saat ini, ia mengakui bahwa beban buruh makin berat. “Kita saja susah, apalagi saudara-saudara buruh yang masih di bawah UMR, UMP, bahkan ada yang jauh di bawah. Kita tak boleh tinggal diam!”tegasnya.
Sebagai figur muda yang digadang-gadang akan memimpin BKPRMI Sulut, Hanjian menyerukan agar semangat juang para buruh tetap diteruskan dan ditingkatkan.
“Selamat Hari Buruh 2025! Kobarkan terus semangatmu, wahai para pekerja! Setiap tetes keringatmu adalah benih bagi masa depan yang lebih adil. Semoga jerih payahmu menjadi berkah bagi keluarga, daerah, dan negeri tercinta!” pungkasnya.
