KOTAMOBAGU – Menyusul beredarnya video di media sosial Facebook terkait tindakan seorang anggota Satlantas Polres Kotamobagu, Briptu ZM, terhadap pelanggar lalu lintas di Pasar Serasi Kotamobagu, Kasi Propam Polres Kotamobagu, IPDA Jefry Askali, memberikan penjelasan resmi pada Rabu (18/12/2024).
IPDA Jefry menjelaskan bahwa insiden tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan, dengan hasil akhir yang damai antara pihak kepolisian dan pelanggar lalu lintas terkait.
Namun demikian, pihak kepolisian tetap memberikan tindakan fisik kepada Briptu ZM sebagai bentuk sanksi atas perilakunya yang dinilai arogan.
“Kejadian ini telah kami tindaklanjuti dengan melakukan klarifikasi bersama semua pihak yang terlibat. Proses penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan dan telah berakhir dengan damai. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Briptu ZM juga telah diberikan tindakan fisik atas tindakannya yang tidak sesuai prosedur,” ujar IPDA Jefry.
Tindakan Briptu ZM menjadi perhatian publik setelah diketahui bahwa ia melakukan tindakan paksa terhadap pelanggar lalu lintas yang tidak kooperatif saat diminta menyerahkan kendaraannya dalam proses penilangan.
Kejadian tersebut terjadi di area Pasar Serasi Kotamobagu dan menuai kritik karena dinilai melanggar tata cara penindakan yang seharusnya dilakukan oleh aparat kepolisian.
IPDA Jefry menambahkan bahwa Polres Kotamobagu berkomitmen untuk terus meningkatkan evaluasi internal guna memastikan tidak terulangnya kejadian serupa.
Ia juga mengimbau seluruh anggota Polres Kotamobagu untuk selalu mengedepankan profesionalisme dalam melaksanakan tugas serta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Polres Kotamobagu berkomitmen untuk menjaga integritas dan profesionalisme. Kami akan terus mengawasi serta memberikan arahan kepada anggota agar selalu bertindak sesuai dengan aturan yang ada. Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi institusi kami,” tambah IPDA Jefry.
Dengan klarifikasi ini, masyarakat diimbau untuk tidak terpengaruh oleh narasi yang berkembang di media sosial tanpa memahami keseluruhan konteks kejadian. Polres Kotamobagu juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di wilayahnya. (guf)




