KOTAMOBAGU – Kasus dugaan penganiayaan terhadap pendukung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Meiddy Makalalag dan Syarifuddin Juadi Mokodongan (MESRA), kembali terjadi.
Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, pada Rabu, 6 Oktober 2024, sekitar pukul 04.00 WITA.
Berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/B/493/XI/2024/SPKT/POLRES KOTAMOBAGU/POLDA SULUT, korban bernama Riyanto Abdul (25), warga Gogagoman, mengalami tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seorang relawan dari pasangan calon lain, NK-STA.
Menurut keterangan korban, kejadian berawal saat dirinya sedang berkumpul bersama rekan-rekannya di samping Sekretariat Pemenangan MESRA. Pada saat itu, seorang relawan (terduga pelaku) dari kubu NK-STA berinisial Lis juga berada di lokasi yang sama.
Tak lama kemudian, seorang satgas dari NK-STA berinisial Luk mendatangi mereka dan terlibat adu mulut dengan sepupu korban bernama Isal.
“Satgas tersebut datang dan menghina saya serta mengancam akan memukul saya. Saya menantangnya, tapi kemudian situasi semakin panas hingga istri sepupu saya datang untuk menenangkan keadaan. Saat saya berada di samping mobil, pelaku (Lis, red) tiba-tiba menarik saya dan memukul wajah saya hingga darah langsung mengucur dari hidung,” ungkap korban Riyanto.
Usai kejadian, Riyanto segera melaporkan insiden tersebut ke Mapolres Kotamobagu.
Menanggapi kejadian ini, kuasa hukum pasangan MESRA, Ariyati Ella Panu, SH, menyayangkan insiden penganiayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini dengan serius dan berharap pelaku segera ditangkap.
“Kami tim kuasa hukum sangat menyayangkan kejadian penganiayaan ini kembali terjadi. Korban sudah menjalani visum, dan kami berharap pelaku segera ditangkap serta diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, karena tindakan anarkis seperti ini tidak dapat dibenarkan,” tegas Ella. (guf)






