Bersihkan Makam Orang Tua Pendiri Bhayangkari, Kapolres Kotamobagu: Jasa Bua Lena Soekanto-Mokoginta akan Terus Dikenang

oleh -1892 Dilihat

KOTAMOBAGU – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78, Polres Kotamobagu melaksanakan kegiatan penelusuran dan bakti sosial di Kelurahan Kotobangon, Selasa 25 Juni 2024.

Kegiatan ini dilakukan di lokasi makam orang tua dari almarhumah Ny. Bua Lena Soekanto-Mokoginta, yang dikenal sebagai pendiri pertama organisasi Bhayangkari dan istri dari Kapolri pertama, almarhum Jenderal Pol Purn. RS Soekamto.

Kapolres Kotamobagu, AKBP Dasveri Abdi SIK, mengungkapkan bahwa Ny. Lena Soekanto-Mokoginta adalah sosok yang sangat berjasa dalam sejarah Bhayangkara, khususnya dalam pendirian organisasi Bhayangkari.

“Sebagai istri dari Kapolri pertama, almarhumah Ny. Lena Soekanto-Mokoginta, kontribusi beliau sangat besar dalam membentuk dan mengembangkan Bhayangkari hingga menjadi organisasi yang kita kenal saat ini. Fakta bahwa beliau berasal dari Kotamobagu memberikan kebanggaan tersendiri bagi kita semua,” ujar Kapolres.

Kapolres Dasveri Abdi juga menekankan pentingnya menghargai warisan yang ditinggalkan oleh Ny. Lena Soekanto-Mokoginta.

“Kami sangat menghargai warisan yang beliau tinggalkan, dan momen Hari Bhayangkara ini adalah salah satu cara kami untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa beliau. Kami berharap nilai-nilai pengabdian dan dedikasi yang beliau tanamkan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambahnya.

Kegiatan ini melibatkan segenap anggota Polres Kotamobagu yang secara sukarela membersihkan dan merawat makam orang tua dari Ny. Lena Soekanto-Mokoginta. Hal ini menjadi wujud nyata penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa almarhumah dan keluarganya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial semakin terjalin kuat di kalangan anggota Bhayangkara dan masyarakat Kotamobagu, sekaligus mengenang jasa para pendahulu yang telah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara.

Kegiatan penelusuran dan bakti sosial ini tidak hanya menyoroti pentingnya sejarah dan warisan Bhayangkara, tetapi juga mengukuhkan semangat gotong-royong dan solidaritas di kalangan masyarakat dan aparat kepolisian.

Semoga nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Ny. Lena Soekanto-Mokoginta terus menginspirasi dan memperkuat Bhayangkari dalam melayani masyarakat dan negara.

Sebagai informasi, dilansir dari tempo.co, Setelah lulus dari Aspirant Commisaris Van Politie pada 1933, Raden Said Soekantobertugas pada bagian lalu lintas di Semarang.

Setahun sebelumnya, ia menikahi Lena Mokoginta yang merupakan gadis Manado yang menetap di Jakarta.

Lena Mokoginta adalah putri seorang Jogug, jabatan politik setara perdana menteri yang ada pada masa kerajaan Kerajaan Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, yang diasingkan ke Jakarta karena tidak suka dengan kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial Belanda pada saat itu.

Saat dilantik sebagai Kapolri pertama, penamaan Kepolisian Indonesia masih Djawatan Kepolisian Negara yang berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara (KKN) dalam kurun waktu 14 tahun hingga 31 Desember 1959.

Soekanto berperan dalam merintis lahirnya Brimob, polisi air dan udara, sekolah-sekolah kepolisian, dan pembentukan cikal bakal kepolisian daerah.

Bersama Broto Moerdokoesoemo, Bustami Aman dan Djodjodirdjo Soekanto mendirikan Sekolah Polisi Bagian Tinggi di Mertoyudan Magelang dan disahkan oleh Menteri Dalam Negeri pada 17 Juni 1946.

Raden Said Soekanto dikenal sebagai pribadi sederhana. Selepas pensiun pada 1 Desember 1960, Ia menempati sebuah rumah di Jl Pegangsaan Timur Nomor 43, Jakarta Pusat yang merupakan hibah kepolisian pada tahun 1973.

Kapolri pertama Raden Said Soekanto ini tutup usia pada 25 Agustus 1993 dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta satu liang lahat dengan istrinya, Lena Mokoginta. Nama Soekanto juga diabadikan dalam RS Polri Soekanto di Kramat Jati, Jakarta Timur.

(gufran mamonto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *