Sangihe, SuaraSulut.com – Senin (24/6/2024) menjadi hari bersejarah bagi tiga Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Kampung Utaurano. Setelah resmi dilantik oleh KPUD Kepulauan Sangihe, Ayu Lestari Rabuka, Jellyvin Senggasi, dan Peychen Manopo langsung bergerak melakukan pencocokan dan penelitian (pencoklitan) data pemilih.
Pada hari pertama, mereka memulai tugas mulia ini dengan mengunjungi para tokoh penting di kampung mereka. Didampingi oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kampung Utaurano, ketiga petugas menyambangi rumah Kapitalaung Herdyanto Takapulungang, Anggota Majelis Tua-Tua Kampung (MTK), LPM Utaurano, BTM Utaurano, serta tokoh agama dan aparat kampung lainnya. Kehadiran mereka di rumah-rumah ini tidak hanya sekadar tugas, tetapi juga bentuk pengabdian dalam memastikan data pemilih yang akurat dan valid.
“Sebagai garda terdepan untuk kesuksesan Pilkada Sangihe 2024, kami siap bekerja dengan baik,” ujar Ayu, Jellyvin, dan Peychen serentak, menunjukkan semangat dan komitmen mereka dalam menjalankan tugas penting ini.
Pelantikan 398 petugas Pantarlih se-Kabupaten Kepulauan Sangihe oleh Pelaksana Tugas (PLT) Ketua KPU Sangihe, Absan Tahendung, menekankan betapa pentingnya peran mereka dalam proses demokrasi. Dalam sambutannya, Tahendung mengingatkan pentingnya tugas Pantarlih dalam mengawal demokrasi melalui pemutakhiran data pemilih.
“Tugas dan tanggung jawab ada di pundak kalian sebagai garda terdepan mengawal demokrasi dalam pelaksanaan tugas pemutakhiran data pemilih,” tegasnya.
Selain itu, Tahendung juga mengharapkan tidak ada lagi data ganda atau nama orang yang sudah meninggal dalam daftar pemilih. Petugas Pantarlih juga ditugaskan untuk memutakhirkan data pemilih yang akan berusia 17 tahun pada tanggal 27 November 2024. Hal ini penting untuk memastikan semua warga yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya.
Tahendung berharap proses pemutakhiran data pemilih dapat berjalan dengan baik, memastikan data yang akurat dan valid untuk Pilkada Sangihe 2024. Keberhasilan tugas ini akan menjadi fondasi bagi pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.
Dengan semangat yang tinggi dan dedikasi yang tulus, petugas Pantarlih Utaurano berkomitmen untuk menjalankan tugas mereka sebaik mungkin. Hari pertama mereka bertugas bukan hanya tentang pencoklitan data, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan memastikan suara setiap warga didengar dan dihargai.
(Erick Sahabat)
