Produksi 4 Komoditi Utama di Sangihe Semakin Ditingkatkan demi Penuhi Kebutuhan Masyarakat

oleh -517 Dilihat
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Golfried Pella

Sangihe, SuaraSulut.com Kepala Dinas Pertanian (Distan) Sangihe, Golfried Pella, telah menegaskan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan produksi empat komoditi utama: cabe, tomat, bawang merah, dan sayuran. Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di Tanah Tampungang Lawo tercinta.

Dalam tahun 2023, beberapa kampung dan kelurahan di enam wilayah kecamatan, termasuk Tahuna Barat, Tahuna, Kendahe, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, dan Tamako, telah ditetapkan sebagai lokasi penanaman yang sesuai dengan keberadaan kelompok tani yang terfasilitasi.

“Tahun ini, kita berfokus pada peningkatan produksi keempat komoditi ini untuk mendukung ketersediaan pangan di wilayah ini,” kata Pella dalam wawancara pada Jumat (1/9/2023).

Dalam pelaksanaan program ini, Distan memberikan fasilitasi kepada para petani dengan menyediakan bantuan sarana produksi (Saprodi) mulai dari benih, pupuk, hingga peralatan pertanian (Alsintan). Selain itu, pendampingan dari penyuluh pertanian tetap dilakukan untuk membantu kelompok tani meningkatkan produksi.

“Kami memastikan bahwa petani tidak mengalami kesulitan selama proses produksi, mulai dari membuka lahan hingga saat panen, semuanya dapat diarahkan melalui bantuan penyuluh, termasuk teknik pemupukan dan perawatan tanaman untuk mencegah serangan hama,” jelasnya.

Pella sangat optimis bahwa program pertanian berkelanjutan di Sangihe akan terus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan, meskipun mungkin belum secara signifikan.

“Keberadaan para petani di Sangihe, terutama dalam pengembangan pertanian hortikultura, diyakini akan membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah,” tandas Kadis Pertanian Sangihe.

Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan produksi pertanian tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sangihe.

(Erick Sahabat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.