Ekspor Rokok ke Filipina, Bea Cukai Ungkap Dokumen Lengkap, Ormas: Isu Narkoba Tidak Benar

oleh -18857 Dilihat
Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Sulawesi Utara (FKPT Sulut) Max Togas yang didampingi ketua Aliansi Kabasaran Seluruh Indonesia (AKSI) Stephen Liow dan Ketua DPW Ormas Manguni Indonesia Hes Sumual

SUARASULUT.COM, MANADO- Perusahan Rokok asal Malang Jawa Timur PT Gudang Baru Berkah melakukan ekspor ke Filipin 70 ton rokok bermerek Gajah Baru melalui pelabuhan Manado Jumat(22/06/23).

Rokok yang berjumlah 1.500 karton didatangkan dari Malang Jawa Timur dengan menggunakan lima kontener melalui pelabuhan Bitung dan dilengkapi dengan segel Bea Cukai dan pengawasan super ketat oleh petugas Bea Cukai Manado.

Petugas pengawasan dan pemeriksaan lapangan Bea Cukai Manado, Frangklien Siherd Polii yang di wawancarai beberapa media di pelabuhan Manado mengatakan, Bea Cukai Manado melakukan pengawasan ekspor dan memastikan barang tersebut dalam keadaan utuh dan masih tersegel.

“Bea Cukai Manado yang mengawasi bagian ekspornya untuk memastikan dokumen lengkap dan barang-barang sesuai dengan dokumen dan betul-betul barang akan di ekspor keluar, jadi kita akan awasi terus sampai barang di ekspor ke Filipina,” ujar Frangklien Siherd Polii saat membuka lima kontener di pelabuhan Manado.
Lanjut Polii, dalam pemeriksaan dokumen dan sesuai dokumen satu kontener berisi 300 karton dan segel masih utuh.

“Dalam satu kontener ini isinya 300 karton semua ada 5 kontener ini dari pabrik yang ada di Malang, jadi transit di Pelabuhan Manado kemudian di bangkar dan dipindahkan ke Kapal tujuan Tahuna, jadi Finalisasi ekspornya itu oleh Bea Cukai yang ada di Tahuna. Jadi di Pelabuhan Manado hanya transit, cuman lewat saja,” kata Frangklien.

Di tempat yang sama, ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Sulawesi Utara (FKPT Sulut) Max Togas yang turut memantau bongkar muat rokok tersebut mengtakan, dengan melihat dokumen dan segel dari Bea Cukai, pengiriman rokok tersebut merupakan kegiatan legal.
“saat ini kami mengawasi dan mendapatkan informasi bahwa dokumen dari pabrik lengkap dan segel-segel masih utuh terlebih segel dari Bea Cukai.” Ujar Togas.

Togas juga menjelaskan , saat melihat langsung proses membuka kontener dan mengeluarkan barang sangat terlihat normal dan tidak terlihat sesuatu yang mencurigakan.

“Kami melihat didalam kontener tidak ada yang aneh dan mencurigakan, karena semua tersegel dari perusahaan, berarti jika ada sesuatu, berarti dari pabrik. intinya apa yang kami lihat dan temukan semua berjalan baik,” jelasnya.

Lanjut Togas, dirinya selaku ketua forum FKPT akan terus memantau ketika barang-barang tersebut akan dikirim ke sangihe dan melakukan ekspor ke Filipina lewat pelabuhan Petta.

“kami akan terus memantau kegiatan ekspor ini hingga ke pelabuhan Petta yang akan diberangkatkan ke Filipin.” Kata Togas.

Togas juga menambahkan, selaku warga Indonesia saat bangga karena bisa melakukan ekspor dan menghasilkan devisa sesuai program Presiden Jokowi.
“ sangat senang ketika kita bisa mengekspor keluar negeri sesuai program pak Jokowi, apalagi kegiatan ini melalui Sulawesi Utara sehingga menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Begitu juga bagi pemerintah harus mendukung kegiatan seperti ini, jangan menyusahkan lewat aturan-aturan yang ada.” Tutup Togas.

Sementara itu, ketua Aliansi Kabasaran Seluruh Indonesia (AKSI) Stephen Liow yang turut mengawal bongkar muat rokok di pelabuhan Manado mengatakan, isu tentang jaringan pengedar narkoba tidak benar. “Kami datang menyaksikan langsung bongkar muat dari kontener ke kapal yang akan membawa ke Sangihe, semua dokumen dari pabrik lengkap dan masih tersegel, dan terus diawasi oleh petugas Bea Cukai baik dari pabrik dan disetiap pelabuhan dan semua berjalan dengan baik, jadi isu narkoba itu sangat tidak benar.” Ungkap Stephen Liow yang didampingi Ketua DPW Ormas Manguni Indonesia Hes Sumual. (Franky Pungus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *