SUARASULUT.COM, SANGIHE- Ekspor Rokok yang berasal dari PT. Gudang Baru Berkah Malang Jawa Timur sejak beberapa tahun lalu melewati pelabuhan Bitung, pelabuhan Manado, pelabuhan Kepulauan Sangihe dan terakhir pelabuhan Petta di kecamatan Tabukan Utara sebelum diberangkat ke Filipina, ternyata membawa banyak berkat bagi ratusan buru pelabuhan dan warga pesisir.
Pantauan media saat menyaksikan langsung bongkar muat dipelabuhan Manado, Jumat,(23/06/23), dengan jumlah lima kontener, yang saat itu dibagi di dua kapal.

Tiga kontener dimuat ke KM. Mercy Teratai, dengan menggunakan buru pelabuhan sekitar 50 orang, begitu juga di kapal KM.Barcelona yang memuat rokok dari dua kontener juga menggunakan sekitar 60 orang buru pelabuhan.
Kemudian kedua kapal tersebut diberangkatkan ke pelabuhan Sangihe dengan perjalanan sekitar 8 jam.
Di pelabuhan Sangihe, Sabtu,(24/06/23), dilakukan juga bongkar muat barang berjumlah 900 karton yang akan dibawa ke pelabuhan Petta. Saat bongkar muat dari kapal ke mobil, terpantau media ini ada sekitar 60 orang buru pelabuhan disetiap kapal yang bahu membahu memindahkan rokok tersebut dari dalam kapal ke mobil.
Dilanjutkan dengan perjalanan darat ke pelabuhan Petta sekitar 40 menit, ada sekitar 64 buru dan puluhan warga Petta yang sudah siap memindahkan 900 karton rokok ke atas empat kapal motor yang siap diberangkatkan ke Filipina dan disaksikan beberapa anggota keamanan dan petugas Bea Cukai dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Sulawesi Utara (FKPT Sulut).

Keempat kapal yang akan diberangkatkan ke Filipina untuk mengekspor rokok masing-masing KM. Berkah, KM.Pejuang Devisa, KM.Daimen dan KM.Road Race dengan membawa dokumen lengkap ekspor sesuai barang.
Pantauan media ini, dari pelabuhan Manado hingga ke pelabuhan Petta melibatkan sekitar 300 orang termasuk buru pelabuhan, sopir angkutan darat dan angkutan laut.
Petugas Bea Cukai Tandil Tipelu Suenaung, selaku Pemeriksa Terampil Bea Cukai Manado yang bertugas di Kantor Bantu Beacukai Tahuna, menjelaskan, aktifitas ekspor rokok Gajah Baru milik PT Gudang Baru Berkah, dilakukan setiap dua minggu sekali.
“Ini termasuk jalur hijau yaitu barang tidak dicurigai. Dalam catatan kami, pihak perusahaan melakukan aktifitas ekspor secara legal sejak tahun 2019. Dulunya baru 20 karton sekali antar,” ujar Tandil Tipelu Suenaung.
Salah satu buru yang ada di Petta Emilyon Satyatama yang di wawancarai beberapa media mengatakan, dalam sekali bongkar muat dari mobil ke kapal, masyarakat bisa mendapat penghasilan sekitar Rp.6 hingga 8 juta. “Sangat berharap aktivitas ekspor bisa dilakukan secara berkesinambungan sehingga masyarakat yang ada di Petta bisa mendapatkan penghasilan tetap untuk menyambung hidup dan menyekolahkan anak-anak.” Ujar Emilyon.(Franky Pungus)
