Tutur Perempuan Minangkabau Menjadi Pedoman Perempuan Generasi Milenial

oleh -3262 Dilihat
oleh
Oleh: Maisya Kartika (Mahasiswa Sastra Minangkabau)

TUGAS utama seorang wanita adalah menjaga dan menjunjung tinggi kehormatan yang dimilikinya. Tentu saja mereka bisa melakukan apa yang mereka sukai, dan apa yang ingin mereka gunakan.

Tetapi hal tersebut haruslah sesuai dengan standar kenyamanan diri masing-masing agar tetap merasa aman dan nyaman. Oleh sebab itu, bagi para wanita harus pandai dalam menjaga diri atau setidaknya menghindari hal-hal yang dapat membahayakannya.

Namun sangat disayangkan, di zaman sekarang banyak dari kaum pria yang dengan mudahnya mengolok-olokkan wanita, terlebih karena fisiknya. Bahkan dengan gampangnya menyakiti wanita. Seperti contoh, KDRT dalam rumah tangga sampai dengan pelecehan seksual baik secara verbal ataupun non verbal. Dimana hal tersebut sedang maraknya saat ini.

Kasus-kasus yang telah dialami oleh kaum Wanita hendaknya bisa menjadi pelajaran agar tidak banyak terjadinya penyimpangan dikemudian hari. Penerapan sikap-sikap perempuan yang sebagaimana mestinya bisa dilihat bagaimana perempuan Minangkabau bersikap.

Perempuan Minang sangat menjaga sikapnya serta dihormati oleh para lelaki sehingga jarang terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang dapat kita rasakan pada saat sekarang ini. Perempuan Minang memiliki peran penting dalam masyarakat, maka dengan hal itu sikap dan tutur perempuan Minang bisa dijadikan pedoman untuk situasi zaman sekarang agar penyimpangan ini dapat teratasi.

Dapat digaris bawahi peran perempuan sangat penting bagi kehidupan.

Kehadiran sosok perempuan di Minangkabau sangat dihargai dan dianggap penting dalam masyarakat. Masyarakat Minangkabau menganut prinsip kekerabatan yaitu sistem matrilineal yang mengatur hubungan kekerabatan melalui garis keturunan ibu.

Dengan prinsip ini, seorang anak akan mengambil suku sesuai dengan garis keturunan ibunya. Garis turunan ini juga mempunyai arti pada penerusan harta warisan, di mana seorang anak akan memperoleh warisan menurut garis ibu. Warisan yang dimaksud adalah berupa harta peninggalan yang sudah turun-temurun menurut garis ibu.

Perempuan dijunjung tinggi karena beban yang ia hadapi cukup berat dalam menjaga harta pusaka kaumnya namun tidak menutup kemungkinan derajat laki-laki bagi masyarakat Minangkabau juga penting.

Salah satu petatah petitih yang menggambarkan sosok perempuan Minangkabau yaitu, Limpapeh rumah nan gadang, Acang-acang dalam nagari, Muluik manih kucindan murah, Rang kampung sayang kasadony.

Dari pepatah ini dapat kita lihat bahwa perempuan Minangkabau merupakan penghias rumah gadangnya, dan ini berarti bahwa kehidupannya semestinya berputar sekitar rumah gadang tersebut. Fungsi wanita pada dasarnya adalah untuk meneruskan keturunan keluarga (paruik/sukunya) demi kejayaan suku tersebut.

Kalau kita mengadakan suatu analogi, kedudukan wanita Minangkabau dalam masyarakatnya barangkali dapat dikatakan hampir seperti ’ratu lebah’ (queen bee) yang tugas utamanya menghasilkan madu dan anak-anak sedangkan pekerja dan prajuritnya laki-laki.

Pepatah tersebut memiliki makna yang cukup dalam bagi perempuan Minangkabau. Pada kalimat pertama mengatakan limpapeh rumah nan gadang, makna dibalik kalimat pertama pepatah tersebut ialah perempuan Minang sebagai tiang utama dalam melestarikan nilai-nilai adat.

Perempuan Minang memberikan bimbingan dan pendidikan serta memberikan contoh yang baik terhadap anak yang dilahirkannya serta semua anggota keluarga di dalam rumah tangga serta kaumnya.

Sedangkan pada kalimat kedua, acang-acang dalam nagari mengisyaratkan bahwa seorang perempuan Minang mempunyai kecakapan dan keterampilan dalam melakukan kegiatan di kaum, kampuang, suku dan nagari.

Sikap yang harus ia penuhi tersebut karena perempuan Minang akan menjadi panutan oleh masyarakat. Kecakapan dan keterampilan perempuan sangat diharapkan dalam sebuah kaum, karena perempuanlah yang lebih dekat dengan keturunannya sebab kita di Minangkabau menganut garis keturunan ibu yang lebih kita kenal dengan matrilineal.

Pada kalimat ketiga, muluik manih kucindan murah makna dibalik kalimat ini ialah perempuan Minang dapat bertutur kata yang patut dan pantas. Tata bicara yang dihadirkan oleh perempuan Minang tentunya enak untuk didengar dan pantas ditujukan pada kondisi dan tempat yang seharusnya.

Meskipun begitu perempuan Minang juga memiliki gaya bercengkrama yang dapat menarik hati masyarakat sehingga dapat bersosialisai dengan mudah terhadap masyarakat Minangkabau.

Kalimat terakhir pada pepatah petitih diatas, rang kampuang sayang kasadonyo. Pada kalimat ini menafsirkan bahwasanya sikap-sikap elok yang dimiliki oleh perempuan Minang membuat semua masyarakat menghormati dan menghargai perempuan Minang.

Begitu eloknya sifat-sifat yang diterapkan oleh perempuan Minang membuat perannya sebagai penting bagi lingkungan masyarakat Minangkabau.
Dari pepatah diatas dapat dilihat sebegitu pentingnya kedudukan perempuan di Minangkabau.

Sikap-sikap yang harus ditanamkan bagi perempuan Minang memiliki pengaruh yang penting baik bagi diri sendiri maupun untuk kaumnya bahkan untuk orang disekelilingnya. Namun meskipun Minang menganut sistem Matrilineal, masyarakat Minang bukanlah Matriarki yaitu perempuan mendominasi sebagai pemimpin.

Minang tetaplah kumpulan orang yang cenderung patriarkis. Para lelaki tetap menjadi pengambil keputusan. Dan meskipun minang menganut Matrilineal, perempuan harus menghormati laki-laki begitupun sebaliknya.

Bagi kaum perempuan, dengan memahami peran dan kedudukannya dalam adat Minangkabau itu secara mendalam tentu saja lebih memotivasi dirinya dan memberikan inspirasi untuk menjalankan peranannya sebagai perempuan Minang.

Dengan harapan, ketika seorang perempuan Minang meningkatkan kompetensi dirinya ia tetap berpijak pada konsep adat Minangkabau yang menjadikan ia nantinya mampu berperan sebagai “Bundo Kanduang”.

Peran penting yang dihadirkan seorang perempuan Minang sangat berpengaruh terhadapat keberlansungan ada istiadat serta kebudayaan masyarakat Minangkabau.

Dengan pemberlakukan peran perempuan yang cukup penting di Minangkabau diharapkan perempuan Minang dapat menerapkan peran itu dengan sebaik dan selaknya demi keberlangsungan adat istiadat masyarakat Minangkabau.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.