Boltim– Soal kericuhan rapat sosialisasi WPR Tobongon bertempat di Balai Desa Tobongon , membuat Anggota DPRD Boltim dari partai Nasdem Alamri Matiala dan Kabag Perekonomian dan SDA Boltim HaSirwan ST angkat bicara.
Lanjut Alamri mengatakan sebenarny tujuan rapat untum ajang serap aspirasi dan mencari solusi terkait izin WPR Tobongon.”Situasi rapat awalnya berjalan tertib dan lancar, saling tanya jawab mengenai persoalan tambang dengan beberapa peserta penambang pun berlangsung aman dan tertib”ucap Alamri
Namun interupsi datang dari lelaki Sunario Mamonto, dan Diduga langsung memprovokasi situasi dengan nada tinggi menunjuk ke arah kami lalu mengatakan kami sebagai Provokator yang tidak suka padanya sebagai mandor tambang WPR tobongon, dengan nada keras sambil menunjuk lalu mengeluarkan kata makian. hal itu di ikuti Iwan Mamonto dan Erwin Mamonto ternyata keduanya adalah anaknya. Padahal saat itu tidak ada poin atau topik membahas tentang keberadaan jabatan mandor di WPR alias keluar konteks.
Hal tersebut Diduga sepertinya sudah di design agar rapat menjadi ricuh. Demi menghindari hal di luar kendali rapat sosialisasi tersebut kami hentikan.
Akibat dari kejadian itu anggota DPRD Alamri Matiala akan membawa masalah ini ke ranah hukum atas pencemaran nama baik yang menyerangnya secara pribadi.
Sementara itu Hasirwan mengatakan agar situasi ini dapat di bawa ke ranah hukum karena sudah menyangkut penyerangan terhadap harkat martabat seseorang.
“Kebebasan mengeluarkan pendapat di jamin undang-undang, namun ketika ada unsur fitnah, makian dan hasutan di sasar kepada seseorang tentu hal tersebut sudah melanggar norma dan tata tertib bisa mengarah sanksi pidana”ucap Hasirwan.(Midi)





