Manado– Minggu (23/01/2022) hari ini, Provinsi Gorontalo memperingati Hari Patriotik. Hari bersejarah ini perlu menjadi momen strategis bagi seluruh elemen warga mengobarkan semangat pembangunan yang dilandasi rasa solidaritas untuk kemajuan Gorontalo dan bangsa Indonesia.
Rangkaian momen hari patriotik ini, Ikatan Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia Gorontalo (IKA HPMIG) Manado dan Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Manado, ziarah kubur di Taman Makam Pahlawan ((TMP) Kairagi.
Dalam ziarah ke TMP Kairagi, diawali apel bersama dan Ketua IKA HPMIG Manado, H. Erman Djafar, bertindak Inspektur upacara.
Selanjutnya rombongan menuju makam H Rauf Moo, lalu A.J Gobel dan Drs Jusuf Hasiru. Di tiga makan para pahlawan ini, rombongan memanjatkan doa dan tabur bunga.
Ketua Panitia tur Risman Taha, mengatakan, rombongan ziarah kubur terbagi dua. Satu rombongan ke Tuminting ziarah ke makam pelaku sejarah 23 Januari 1942 di Gorontalo almarhum Hasan Badjeber dan juga mantan Wagub Sulut alm. A. Nadjamuddin.
Ikut dalam rombongan pengurus lain diantaranya Adzan Piola, Dony Niode, Antony Saleh, Ketua KKIG Sulut Ismail Mo’o (Keluarga Pahlawan) dan Suardi Hamzah.
Selesai ziarah di TMP Kairagi, rombongan KA HPMIG Manado/KAHMI menuju rumah Kanda Dokter Taufiq Pasiak.
Ketua KKIG Sulut Ismail Mo’o dan Suardi Hamzah menambahkan Hari Patriotik yang setiap tahun diperingati pemerintah daerah dan masyarakat Gorontalo mengandung pesan histori yang dapat dijadikan motivasi bagi generasi hari ini untuk bahu membahu membangun kemajuan.
Menurut keduanya, dari perjuangan Nani Wartabone dan para pahlawan patriotik, setiap warga bisa belajar bagaimana upaya keras para pejuang sehingga berhasil mengusir penjajah dan mengibarkan bendera Merah Putih di tanah Gorontalo.
“Di situ ada pelajaran tentang semangat, ketulusan, dan jiwa pantang menyerah dari para pahlawan patriotik untuk berjuang mengusir penjajahan dan menciptakan negeri yang aman dan tentram. Teladan dari Pak Nani Wartabone dan para pejuang patriotik perlu menjadi contoh kita semua,” ujarnya.
Di masa kini, lanjut Mo’o dan Hamzah, tanggungjawab perjuangan sebagaimana semangat para pahlawan patriotik tentu belum selesai. Hanya saja, model perjuangannya yang berbeda. Menurutnya, generasi hari ini diberikan amanah untuk meneruskan perjuangan dengan membangun daerah, mencerdaskan dan menyehatkan masyarakat, serta mengusir keterbelakangan.(wal/*)





