Pantai Lakban Mendadak Viral, Janji Sekda Mitra Dipertanyakan

oleh -1280 Dilihat

Suarasulut.com, Mitra – Objek wisata pantai Lakban Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) sangat memperihatinkan.

Hal ini dikarenakan kondisi jembatan di kawasan wisata Lakban yang sudah tidak layak digunakan dan membahayakan, bahkan sudah ada pengunjung yang terjatuh saat melintasi jembatan tersebut.

Terpantau, sejumlah warga yang berkunjung ke lokasi wisata pantai lakban meluapkan rasa kecewa lewat postingan grup media sosial facebook.

“Jembatan sudah lapuk dan patah. Ditambah lagi dengan pemandangan yang dulunya asri kini tampak seperti hutan, sampah berhamburan, fasilitas MCK tidak ada air bersih, bahkan akses menuju puncak  tidak bisa lagi dilalui karena sudah tertutup pepohonan,” sembur pemilik akun yang bernama Prisilia Langkai, yang juga mempertanyakan apakah ini masih bisa dibilang tempat wisata? Dimana perhatian dinas pariwisata?

Walaupun begitu, banyak juga pengunjung yang memilih untuk menggunakan jalan alternatif walaupun harus basah-basahan melewati sungai.

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Mitra Tonny Hendrik Lasut (THL) yang juga sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar), mempertanyakan janji Sekda Mitra David Lalandos yang juga ketua TAPD terkait pembangunan jembatan darurat di Pantai Lakban.

“Waktu pembahasan APBD tahun 2022 antara Banggar dan TAPD, saya mempertanyakan kenapa pembangunan/perbaikan jembatan tidak dianggarkan dalam APBD 2022 dan di APBD Perubahan 2021 pun tidak dianggarkan. Dan saat itu pak sekda menjawab akan dilakukan kebijakan anggaran di bulan Desember 2021 untuk perbaikan sementara. Namun hingga saat ini sudah di hari ke 3 tahun 2022, belum ada tanda-tanda perbaikan yang dilaksanakan. Untuk itu, bagaimana dengan janji yang sudah disampaikan Pak Sekda,” ungkap THL.

Dikatakan juga oleh Vidi Ngantung sebagai Ketua LSM Gema Mitra bahwa sangat disayangkan jika hal-hal seperti ini tidak diseriusi.

“Ini salah satu icon daerah yang menjadi pilihan warga sebagai alternatif untuk menikmati hari libur. Tapi jika kondisinya terus dibiarkan seperti ini, secara estetika tampaknya tidak bisa lagi disebut tempat wisata,” ujarnya.

Lanjutnya Ngantung, merujuk dari pernyataan Wakil Ketua Banggar, Sekda Mitra dinilai tidak komitmen dalam mengucapkan janji terkait perbaikan jembatan wisata lakban yang dikatakannya akan dilaksanakan sebelum akhir Desember 2021.

“Untuk itu, atas nama LSM Gema Mitra kami meminta Bupati James Sumendap supaya segera evaluasi kinerja Sekda David Lalandos,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Mitra David Lalandos saat dimintai konfirmasi mengatakan, betul, untuk langkah awal pihaknya sepakat dengan Banggar untuk instruksikan Dinas PU membuat jembatan darurat menutup bantu dan tanah untuk akses masuk, sambil mengalokasikan anggaran untuk jembatan besi yang ada.

“PU juga so informasikan, cuman karena akhir tahun semua alat digunakan oleh pihak penyedia dalam rangka penyelesaian pekerjaan fisik, jadi rencana tersebut baru dapat direalisasikan di awal Januari ini,” pungkas Sekda. (fan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.