Pengembangan Ketahanan Pangan di Sulut, Gubernur Olly Kasih Apresiasi

oleh -28 views

SUARASULUT.COM,MANADO–Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghadiri zoom meeting kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang kemitraan triple helix untuk pengembangan pertanian/ketahanan pangan di Provinsi Sulut, Rabu (13/1/2021).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa ini turut dihadiri Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Sekdaprov Sulut Edwin Silangen dan seluruh peserta acara peluncuran kemitraan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengapresiasi dukungan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Pertanian RI, Rektor Central Queensland University, dan Pimpinan Trade and Investment Queensland, serta Rektor Universitas Sam Ratulangi Mando yang terlibat dalam mewujudkan sinergi triple helix ketahanan pangan di Sulut.

“Terima kasih atas dukungannya sehingga satu kesepahaman sudah dapat terbentuk hari ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri PPN/Kepala Bappenas, atas fasilitasi dalam pembentukan kesepahaman ini. Harapan kedepan, apa yang kita sepakati bersama pada hari ini akan terus berlanjut untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia khususnya Sulawesi Utara melalui pengembangan industri peternakan sapi,” kata Olly.

Olly menerangkan bahwa kolaborasi dan sinergitas pembangunan mulai
dari tingkat nasional sampai ke daerah
adalah kekuatan untuk bersama-sama mencapai Tujuan Pembangunan Nasional. Dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana RPJMN 2020-2024 telah ditetapkan salah satu agenda nasional yaitu peningkatan cadangan pangan, dimana ini juga adalah bagian dari agenda
global dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goal’s (SDG’s).

“Sebagai bagian dari integral Negara Kesatuan Republik Indonesia, Provinsi Sulawesi Utara turut berkontribusi dalam pencapaian agenda pembangunan bidang peningkatan cadangan pangan ini,” ujarnya.

Menurut Olly, dalam seluruh urusan pembangunan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dengan kemampuan sumberdaya baik dana dan manusia yang terbatas.

“Karena itu pola kemitraan adalah salah satu wayout atau terobosan untuk keluar dari keterbatasan ini,” ungkapnya.

“Hal ini sangat didukung dengan keberadaan bidang pertanian di dalamnya Peternakan Sapi yang sangat potensial di Sulawesi Utara. Sehingga kesepahaman yang akan ditandatangani saat ini menjadi sangat strategis dan penting untuk dilakukan dan ditindaklanjuti,” tambahnya.(wal/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *